Nonton Kuda Lumping Sikat Sepeda Motor

Kedua tersangka curanmor yang babak belur dihakimi massa, digelandang petugas.

GONDANGLEGI – Dua warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, awal pekan lalu menjadi sasaran amukan warga Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran. Yaitu Agus Supriyanto alias Bagong, 21 tahun dan Rudianto, 42 tahun. Keduanya dijadikan sansak hidup warga setelah kepergok mencuri sepeda motor Yamaha Mio N 5539 ED milik Dani Alfahat, 20 tahun, warga Desa Gondanglegi Wetan.
Beruntung, petugas Polsek Gondanglegi yang kali pertama mendapat laporan segera datang ke TKP untuk mengamankan keduanya. Selanjutnya, bersama dengan barang bukti sepeda motor Yamaha Mio, mereka digelandang ke Mapolsek Gondanglegi. Namun karena TKP pencurian berada di wilayah Kecamatan Pagelaran, usai diperiksa keduanya langsung diserahkan ke petugas Polsek Pagelaran.
“Untuk kedua tersangka ini, kasusnya tetap ditangani petugas Polsek Pagelaran. Namun untuk penahanannya dititipkan ke Polres Malang. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” ujar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri E.
Diperoleh keterangan, aksi pencurian yang dilakukan keduanya terjadi pukul 00.30 WIB. Saat itu, kedua tersangka bersama empat temannya berangkat dari rumah dengan mengendarai motor. Mereka melihat acara kuda lumping di Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran.
Ketika tiba di lokasi, Bagong serta Rudianto, melihat ada sepeda motor Yamaha Mio yang diparkir tanpa dikunci setir dan tidak diawasi oleh pemiliknya. Keduanya yang sama-sama butuh uang, lalu sepakat untuk mencuri. Bagong bertugas mengeksekusi motor, sedangkan Rudianto mendorong motornya dari belakang.
Namun belum jauh membawa kabur motor, aksi mereka ketahuan korban yang lantas berteriak maling. Warga sekitar yang mendengar, lalu mengejar kedua tersangka. Begitu tertangkap tanpa ada komando, warga lalu memukulinya ramai-ramai.
“Saya tiga kali ini keluar masuk penjara. Pertama 2008 lalu karena kasus pencurian uang, dan kedua pada 2010 kasus pencurian sepeda motor. Dan ketiga kalinya kemarin tertangkap mencuri sepeda motor. Sedianya motor curian itu, tidak dijual tetapi untuk dipakai sendiri,” terang tersangka Bagong, yang baru bebas bulan Agustus lalu.
Sedangkan tersangka Rudianto, mengaku kalau dirinya tidak tahu menahu tentang pencurian itu. Dia mengatakan hanya mendorong motor saja dari belakang. “Saya mengira motor Bagong, tidak tahunya motor curian,” kata Rudianto.(agp/aim)