Janda Anak Enam Jadi Budak Narkotika

Para budak narkotika ketika digelandang petugas Polres Malang.

MALANG – Saturan Reskoba Polres Malang, terus mengibarkan bendera perang terhadap narkotika di wilayah Kabupaten Malang. Setelah menangkap ibu dua anak asal Kepanjen sebagai pengedar sabu-sabu (SS) beserta seorang pemakainya, kemarin kembali menangkap lima orang budak narkotika jenis daun ganja kering beserta barang bukti ganja seberat setengah kilogram. Salah satu diantaranya adalah seorang janda enam anak.
Mereka diantaranya, Rini Wati, 45 tahun, warga asal Bakalan Krajan, Sukun yang tinggal di Jalan Seruji Kepanjen. Ibu enam anak ini ditangkap kali pertama di sebuah warung di wilayah Pakisaji. Dari tangan dia petugas mengamankan sepoket ganja ukuran sedang serta sebuah HP. Dia mengaku disuruh seseorang untuk membelikan ganja itu dengan imbalan Rp 200 ribu.
Kemudian setelah dikembangkan menangkap Akbar Yuswono Suhiyanto alias Ambon, 52 tahun, warga Peryu Bumi Ardimulyo, Candirenggo, Singosari. Akbar yang diamankan di lobi Hotel Camelia Jalan Dr Cipto Malang ini, adalah pemasok ganja kepada Rini Wati.
Selain mereka berdua, dalam waktu yang bersamaan petugas juga menangkap Sugeng Budiono alias Ibud, 44 tahun, warga Dusun Kembang, Desa Purwosari Singosari. Dia ini diamankan petugas di rumahnya ketika sedang mau tidur. “Saat kami tangkap itu tersangka ini baru saja mendapatkan barang haram ganja,” tutur Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri E.
Dari penangkapan Ibud ini, polisi lalu mengembangkan ke tersangka lainnya dan berhasil meringkus Agus Subagjo, 46 tahun, di rumahnya di Desa Pagentan Singosari. Kemudian berkembang Efin Sutrisno alias Ipin, 36 tahun, warga Jalan Sumbersekar, Kalirejo, Kecamatan Lawang yang ditangkap di depan supermarket Lawang.
“Penangkapan kelima budak narkotika jenis ganja ini, berdasarkan informasi dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Begitu benar dan mereka semuanya kedapatan membawa barang bukti, petugas langsung menangkap. Semuanya dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara,” jelas mantan Kapolsek Pakisaji ini.(agp/aim)