Kejari Obok-obok Rumah Mantan Rektor Unikama

Kejari Malang terus mengumpulkan bukti pasca menetapkan mantan Rektor Universitas Kanjuruhan (Unikama), Amir Sutejo sebagai tersangka. Kemarin tim Kejari Malang menggeledah rumah Amir Sutejo di Jalan Sinabung 28.
Tim Jaksa Kejari Malang dipimpin Syamsul Arief, SH  yang juga Kasi Datun Kejari Malang. Proses penggeledahan disaksikan Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK.
Saat penggeledahan berlangsung, Amir Sutejo dan keluarganya hanya menyaksikan saja. Tim jaksa tampak sibuk menanyakan berkas dan tempat penyimpanan berkas surat-surat terkait kasus dugaan korupsi di Unikama.
Setelah melakukan penggeledahan, tim jaksa membawa pulang sejumlah berkas dari rumah Amir Sutejo.Usai menggeledah rumah berlantai dua itu, Syamsul Arief SH enggan memberi komentar.
“Maaf saya tidak bisa memberi keterangan. Tidak ada perintah untuk saya memberi keterangan,” tolaknya ramah sembari tersenyum lalu meninggalkan Jalan Sinabung. Ia juga tak memberi penjelasan tentang berkas yang diamankan dari hasil penggeledahan di rumah Amir Suteja.
Kajari Malang, Munasim SH, MH   yang dikonfirmasi via ponselnya, jam 17.00 WIB kemarin mengaku belum mendapat laporan tentang hasil penggeledahan. Ia mengakui penggeledahan dilakukan di beberapa tempat. Diantaranya di rumah pribadi Amir Sutejo dan rektorat Unikama.
“Sasaran utamanya dokumen terkait penggunaan anggaran. Petugas menggeledah lalu sita dokumen. Saat ini tim masih bekerja, saya belum mendapat laporan,” kata Munasim.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Malang Post, tercatat lima berkas yang disita tim penyidik Kejari Malang. Berkas yang diamankan berupa kwitansi, namun tak ada penjelasan tentang jenis dan peruntukan anggaran yang tertulis dalam kwitansi yang diamankan.  
Amir Sutejo yang ditemui usai rumahnya digeledah mengaku tak mengetahui persis tentang dokumen yang diamankan. “Saya sendiri tidak tahu. Rupanya mencari kekurangan data. Tadi ada yang diambil berupa foto kopi kwitansi,” katanya ramah.  
Namun Amir mengaku tidak mengetahui isi kwitansi. Sebab kwitansi tersebut menurut dia, milik putranya, Prof Dr Tris Edi Wahyono yang juga mantan PR 1 Unikama.
Kepada Malang Post, Amir Sutejo membantah sangkaan Kejari Malang. Sebab semua proses pembangunan dan penggunaan anggaran sesuai ketentuan dan telah tuntas sejak 2008 lalu.
”Semuanya sudah dibayar lunas. Pembangunan lantai 1, lantai 2 dan dak lantai 3 sudah selesai dan sudah dibayarkan. Jadi tidak ada masalah. Saya tidak merasa bersalah karena semunya sudah sesuai prosedur,” paparnya.
Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya,  Amir Sutejo ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik kejaksaan memeriksa 10 saksi dan menyita dokumen. Dalam ekspose kasus, disimpulkan bahwa alat bukti sudah cukup dan telah  terang tindak pidana.
Amir Sutejo, mantan rektor Unikama tahun 2008  dikenai tuduhan melanggar pasal 2, 3 dan 9 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001. (van/avi)