Perampok Spesialis Brankas Tertangkap

TERTANGKAP: Satreskrim Polres Malang Kota menunjukkan empat pelaku pencurian dan perampokan spesialis brankas serta barang buktinya.

MALANG - Aparat kepolisian gabungan di Malang Raya, berhasil menangkap komplotan pencurian dan perampokan spesialis brankas, dini hari kemarin. Enam pelakunya berhasil dibekuk. Tiga pelaku lainnya berhasil melarikan diri.
Empat tersangka diperiksa intensif di Satreskrim Polres Malang Kota. Yakni Mohammad Kasim Lestaluhu, 33 tahun, warga Kayu Tinggi, Cakung Timur, Jakarta Timur, Fedro Lestaluhu, 40 tahun, warga Pondok Gede, Jakarta, Ibrahim Lestaluhu, 30 tahun, warga Ambon dan Abdul Gani Lestaluhu, 48 tahun, warga Desa Sanjaya, Kecamatan Citeureup, Cibinong, Bogor.   
Sedangkan dua tersangka lainnya, Zulkifli, 37 tahun, warga Desa/Kecamatan Batu Merah, Maluku Tengah dan Kristian Rajasa, 38 tahun, warga Gorontalo diperiksa anggota Satreskrim Polres Malang (berita dan foto terkait di Halaman Ronce).
Pemeriksaan terhadap kelompok Ambon – sebutan komplotan spesialis brankas ini – sengaja dilakukan dua jajaran ini untuk mempercepat proses penyidikan.
‘’Penyidik kami di Polres Batu juga akan segera memeriksa karena tadi (dini hari kemarin, Red.), mereka melakukan kejahatan di wilayah Junrejo Batu,’’ tambah Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo.
Informasi yang didapat Malang Post, penangkapan terhadap kelompok Ambon ini dilakukan setelah petugas mendapat informasi bila para pelaku, baru saja melakukan perampokan di Kantor Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial ( PPPPTK PKn dan IPS) Pendem, Junrejo.
‘’Anggota yang sudah lama melakukan penyelidikan kasus pencurian brankas, mendengar kelompok ini beraksi di wilayah Junrejo. Kami yang sudah mendapat informasi bahwa kelopmpok ini akan beraksi di kota Malang, menyebarkan anggota untuk mencari kendaraan yang dipakai para pelaku,’’ tutur Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto, SH, SIK, kemarin.
Bersama anggota jajaran lain seperti Polsek Singosari, Polsek Junrejo, Polsek Karangploso, perburuan terhadap kelompok ini dimulai.
Sekitar pukul 03.30, anggota Satreskrim Polres Malang Kota membekuk Kasim dan Fedro, ketika melintas di depan Mapolsekta Lowokwaru.
Keduanya yang mengendarai mobil Toyota Avanza, N 408 AY, tidak berkutik ketika dihadang dengan pistol teracung. Dari petunjuk Kasim dan Fedro, selang satu jam kemudian, anggota gabungan berhasil menangkap empat pelaku lain yang berjalan kaki di jalan belakang kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
‘’Kami juga mengamankan satu mobil lagi, Toyota Avanza, N 409 AY sebagai sarana pencurian. Mobil itu ditinggal di daerah Batu oleh tiga pelaku yang kabur. Total barang bukti  yang berhasil diamankan, dua motor Yamaha Mio, HP, obeng, tang, linggis, ATM, buku tabungan dan uang Rp 19,9 juta hasil perampokan,’’ lanjut mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu.
Dia yang didampingi Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH mengatakan, pelaku sudah mengakui melakukan pencurian di Dinas Pendidikan Kota Malang, Kampus Unitri, Kopmart RSSA Malang dan merampok kantor Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Radio Kanjuruhan FM dan kantor UPTD Bina Marga Jawa Timu.
‘’Ada satu lagi TKP yakni Finna Golf Pandaan. Mereka melakukannya sebelum mencuri di Kopmart RSSA Malang. Sedangkan TKP lainnya, masih dalam proses pemeriksaan karena belum final. Masih banyak yang harus kami periksa dari kelompok Ambon ini,’’ tegas Arief. Namun, mantan Kanit Idik II Satreskrim Polrestabes Surabaya tersebut juga menegaskan bila daerah operasi komplotan ini, sudah skala nasional.
‘’Ada banyak TKP di luar kota Malang yang pernah dilakukan kelompok ini. Seperti Jakarta, Surabaya, Bali serta kota-kota lain. Dan hebatnya, mereka belum pernah tertangkap. Yang pasti, kami juga melakukan koordinasi dengan polres-polres lain,’’ pungkasnya. (mik/sit/mar)