Sekap dan Gasak Rp 171 Juta

TINJAU: Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo meninjau lokasi perampokan di PPPPTK PKn dan IPS.

JUNREJO- Sebelum tertangkap anggota polisi gabungan dan meringkuk di sel, kelompok Ambon pimpinan Mohammad Kasim Lestaluhu, merampok Kantor Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (PPPPTK PKn dan IPS) Pendem, Junrejo. Dari tempat itu, mereka berhasil membawa uang Rp 171 juta. Data yang didapat Malang Post, kantor ini sudah dua kali disatroni Kasim dan teman-temannya. Bulan Juli 2011 lalu, Kantor PPPPTK PKn dan IPS Junrejo juga dirampok dan mengalami kerugian hingga Rp 140 juta.
“Sementara ini masih dalam penyelidikan. Mereka belum mau mengakui bahwa dulu pernah merampok kantor tersebut,” ucap salah satu sumber terpercaya di Polres Batu. Dalam aksinya dini hari kemarin, komplotan itu datang dengan menggunakan dua mobil Toyota Avanza yang kini diamankan di Mapolres Malang Kota. Satu mobil ditaruh di pintu utara dan satu mobil lagi di pintu selatan. Di kantor yang berdekatan dengan Markas Pusdik Arhanud ini, mereka membobol pintu samping menjelang pukul 02.00.
Di dalam, mereka mengikat dan melakban dua cleaning service, Cucuk Alfian dan Hovian serta tiga satpamnya, Ahmad Jumaali, Suwantono dan Joko. Dibawah todongan senjata tajam dan senjata api, kelimanya tidak berkutik. Sekitar hampir 1,5 jam, komplotan ini membongkar brankas yang ada di enam ruangan, seperti ruangan Kepala Subbag Keuangan, Ruang Rumah Tangga, Ruangan Staf  Keuangan, Ruangan Kabag Umum dan PSM. Beruntung, salah satu korban berhasil lolos dan meminta bantuan. Saat meninjau TKP, Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo mengaku pihaknya masih berkoordinasi dengan pimpinan kantor PPPPTK PKn dan IPS untuk menghitung kerugian yang lebih tepat. (mik/mar)