Polisi Kejar Otak Perampokan

Pemeriksaan terhadap tersangka pembobol brankas tidak hanya dilakukan secara intensif namun juga dikeler ke beberapa TKP.

MALANG - Jajaran Satreskrim Polres Malang Kota, hingga kemarin masih mengejar para pelaku pembobol brankas yang kabur. Hasil pemeriksaan terhadap enam tersangka kelompok Ambon yang ditangkap, diakui ada lima pelaku yang kabur. Polisi mengklaim sudah mendapat nama-nama lima pelaku tersebut.
‘’Kelimanya masih dalam pengejaran anggota kami, termasuk otaknya berinisial A,” tutur Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto, SH, SIK kepada beberapa wartawan kemarin. Pihaknya, sudah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap kelima orang ini.
Mantan Kanit Idik II Satreskrim Polrestabes Surabaya menjelaskan, inisial A atau Azis merupakan orang yang menyediakan hotel, kendaraan hingga kantor atau institusi yang akan jadi sasarannya. Azis, protolan mahasiswa di Malang dan disebut dalam kelompoknya sebagai lokal boy ini, memegang peranan penting.
Sebab, informasi yang diberikan pemuda asal Bangka Belitung ini kepada kelompok Ambon harus lengkap. ‘’Dia juga yang mengerti kondisi di lapangan. Namun untuk melakukan pencurian atau perampokan, mereka selalu melihat kondisi di lapangan,’’ ungkap Arief, sapaannya.
Dari hasil pemeriksaan, terungkap pula, beberapa TKP lain dari kelompok yang cukup profesional ini. ‘’Mereka sudah mengakui keterlibatannya dalam membobol Kopmart RSSA, Kantor Diknas Kota Malang dan Kampus Unitri. Namun tidak semuanya beraksi di sana. Yang terbaru, mereka juga mengaku membobol brankas SMA Santa Maria,’’ lanjut dia.
Uang yang didapat, langsung dibagi rata. Selanjutnya, mereka pulang ke tempat asalnya masing-masing. ‘’Masih kita periksa, berapa kali mereka melakukan pencurian atau perampokan dalam sehari,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, komplotan pencurian dan perampokan spesialis brankas. Tersangka yakni Mohammad Kasim Lestaluhu, 33 tahun, warga Kayu Tinggi, Cakung Timur, Jakarta Timur, Fedro Lestaluhu, 40 tahun, warga Pondok Gede, Jakarta, Ibrahim Lestaluhu, 30 tahun, warga Ambon dan Abdul Gani Lestaluhu, 48 tahun, warga Desa Sanjaya, Kecamatan Citeureup, Cibinong, Bogor, Zulkifli, 37 tahun, warga Desa/Kecamatan Batu Merah, Maluku Tengah dan Kristian Rajasa, 38 tahun, warga Gorontalo.
Mereka tertangkap usai melakukan perampokan di Kantor Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial ( PPPPTK PKn dan IPS) Pendem, Junrejo.
Sementara, Kasatreskrim Polres Malang, AKP M Aldy Sulaeman menerangkan, dua tersangka yang disidiknya mengaku kelompok Ambon juga menggasak brankas di SMK 2 Singosari, BLK Singosari dan SMA 1 Singosari. (sit/mar)