Beraksi di 33 Lokasi di Indonesia

MALANG - Sedikit demi sedikit, jumlah tempat kejadian perkara (TKP) pencurian dan perampokan, yang dilakukan kelompok Ambon, bertambah.
Penyidik Satreskrim Polres Malang Kota yang memeriksa, masih mendapat pengakuan bila kawanan ini membobol brankas di 33 TKP Malang Raya, Jakarta, Bekasi, Bogor dan kota lainnya di Jawa Barat.
Kejahatan ini dilakukan Mohammad Kasim Lestaluhu dan teman-temannya, sejak tahun 2010 lalu. Seperti, brankas berisi uang ratusan juta rupiah milik Dinas Kesehatan Kota Malang di Jalan Simpang LA Sucipto Malang dan brankas berisi uang Rp 60 juta di Kantor Balai Pertanian Patok Sapi, Jalan LA Sucipto Malang.
Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH mengatakan, penyidik masih terus mengembangkan TKP lain kelompok pimpinan Kasim tersebut.
‘’TKP lain yang juga terungkap adalah perampokan di SMPN 16 Jalan Teluk Pacitan Malang bulan Agustus lalu serta SMKN 5 Malang daerah Tasikmadu,’’ ungkapnya.
Sementara di daerah Kabupaten Malang, para pelaku sering bernasib sial karena tidak menemukan uang dalam brankas. Contohnya, di SMA Tumpang dan Gondanglegi.
‘’Kalau tidak dapat uang, CPU yang jadi sasarannya. Barang itu dijual lalu uangnya dibagi rata. Pembagiannya dilakukan dengan cepat. Seperti ketika menggasak brankas SMA Santa Maria, pelaku tujuh orang dan mendapat bagian Rp 2,5 juta per orang,’’ terang mantan Kapolsek Wajak ini.
Setiap beraksi, Kasim selalu bersama-sama dengan  Fedro Lestaluhu, Ibrahim Lestaluhu dan Abdul Gani Lestaluhu. Masih menurut Dwiko, panggilannya, mobilitas kelompok ini dalam melakukan pencurian atau perampokan sangat tinggi.
Setelah Sabtu (16/11) dini hari membobol kantor Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Radio Kanjuruhan FM dan kantor UPTD Bina Marga Jawa Timur, komplotan ini pergi ke Surabaya dan merampok di SMK 3 Surabaya, Senin (18/11). Dari tempat itu, mereka mengambil uang Rp 4,7 juta.
Dalam perjalanan kembali ke Malang, Selasa (19/11), dua mobil Toyota Avanza yang mereka gunakan, menyatroni Finna Golf Pandaan dan mengambil uang Rp 1,5 juta. Hasil yang belum begitu besar, membuat Kasim dan anggota komplotannya membobol brankas uang Rp 147 juta milik Kopmart RSSA Malang, Jalan Belakang RSU Malang, saat itu juga.
‘’Selanjutnya, Rabu (20/11) merampok Kantor Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (PPPPTK PKn dan IPS) Pendem, Junrejo. Namun karena sudah menjadi target operasi, enam pelaku berhasil ditangkap,” tegas dia.
Saat ini, papar Dwiko, jajaran Satreskrim Polres Malang Kota segera menindaklanjuti temuan-temuan TKP tersebut, dengan melakukan koordinasi ke kesatuan polisi lainnya.
“Polisi meyakini masih ada TKP lain. Sehingga koordinasi dengan jajaran Polri di wilayah lain dilakukan untuk pengembangan lebih luas dan mengungkap jaringannya,” pungkasnya. (mar)