30 Menit, Dua Alfamart Dibobol

TKP: Polisi mendatangi Alfamart Jalan LA Sucipto dan (foto kanan) anggota identifikasi Polres Malang mencari sidik jari pelaku di Alfamart Randuagung.
   
MALANG -  Polisi baru saja mengungkap kawanan perampok spesialis brankas, yang beraksi di 33 kota di Indonesia. Bahkan anggota kelompok Ambon yang ditangkap, cukup banyak. Enam orang.
Tapi hal itu bukan lantas aksi perampokkan dengan spesialisasi tertentu, sudah berhenti. Kemarin, tak sampai 30 menit, dua Alfamart, di dua lokasi berbeda, dibobol kawanan perampok. Bahkan sepertinya, penjahat itu ngece polisi.
Yang pertama, pencuri menyatroni Alfamart LA Sucipto 2, Jalan LA Sucipto Malang. Dari tempat tersebut, pelaku yang diduga lebih dari dua orang, mengambil brankas berisi uang Rp 6 juta dan 48 slop rokok berbagai merek. Hingga semalam, polisi masih melakukan penyelidikan.
Itu berarti, sudah berkali-kali kasus perampokkan dan pencurian di toko modern, baik Alfamart maupun Indomart, belum juga terungkap. Bahkan jumlahnya terus bertambah. Jika toko masih buka, mereka akan merampok. Ketika tutup, yang dilakukan adalah pencurian.
Kapolsekta Blimbing, AKP Agus Guntoro menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku, yakni dengan mematikan aliran listrik sebelum membongkar rolling door.
‘’Mereka terlebih dulu mematikan aliran listrik agar aksinya tidak terekam CCTV. Hasil rekaman CCTV terakhir pukul 03.46. Setelah itu masuk ke dalam dan mengambil brankas serta puluhan slop rokok,’’ tuturnya kepada wartawan saat olah TKP kemarin pagi.
Pencurian itu, menurutnya, diketahui beberapa karyawan yang datang pukul 07.00. ‘’Saat ini, kami masih mencari saksi-saksi yang mengetahui kejadian ini. Termasuk karyawan Alfamart yang datang,’’ paparnya.
Dijelaskan mantan Kapolsek Dampit itu, toko tersebut setiap harinya buka pukul 07.00 dan tutup pukul 23.00. Agus mengaku masih melakukan koordinasi dengan jajaran Satreskrim Polres Malang Kota untuk mengungkap kasus ini.
Sedangkan menurut Susilowati, 50 tahun, salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari TKP mengungkapkan, halaman toko modern ini memang seringkali dijadikan lahan untuk parkir ataupun memutar mobil. ‘’Biasanya pukul 02.00 memang sudah ramai. Sehingga tidak ada yang curiga kalau pencuri masuk,’’ ungkapnya.
Tidak berapa lama kemudian, diduga pelaku yang sama, kembali membobol Alfamart Randuagung pukul 04.10. Modus yang dilakukan juga sama. Mematikan aliran listrik agar tidak terekam CCTV.
Di tempat tersebut, mereka juga membawa brankas berisi uang Rp 12,5 juta dan beberapa barang lainnya. Seperti rokok, coklat, susu dan pakaian dalam.
Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Untung mengaku pihaknya mendatangkan tim identifikasi Polres Malang untuk mencari sidik jari pelaku saat olah TKP kemarin.  
Dijelaskan dia, saksi yang kali pertama mengetahui pencurian adalah kedua karyawan Alfamart, Toni, 20 tahun  warga Donomulyo dan Uun Widywati 21, tahun, warga Turen.
‘’Keduanya datang pukul 06.00 untuk membuka toko. Tapi dilihatnya, pintu depan sudah terbuka dan rusak,’’ paparnya. Kejadian ini lantas dilaporkan ke  Kepala Toko Alfamart Randuagung, Taufik Rohman dan diteruskan ke Mapolsek Singosari.
Sumber Malang Post di Satreskrim Polres Malang Kota dan Polres Malang, mencurigai pelaku pencurian dua Alfamart ini berasal dari Pandaan, Pasuruan.
‘’Kalau melihat dari modusnya, mulai mematikan listrik, lalu memotong gembok toko, dugaan kuat berasal dari Pandaan, Pasuruan. Sementara, nama yang dicurigai masih kami rahasiakan. Namun, orang yang dicurigai ini, pernah masuk penjara dalam kasus yang sama. Bisa dikatakan residivis. Modusnya sama dengan kejadian di dua Alfamart ini. Hasil penelusuran dari polres-polres lain, kecurigaannya juga mengarah kepada kelompok Pandaan,’’ urai sumber yang minta namanya dirahasiakan ini. (big/mar)