Polisi Inventarisir Kelompok Maling

MALANG - Satreskrim Polres Malang Kota dan Polsek Singosari, mulai menginventarisir kelompok-kelompok pencuri, yang diduga kuat membobol Alfamart Jalan LA Sucipto Malang dan Alfamart Randuagung.
Meski belum menemukan titik terang, namun sudah mulai mengarah pada nama-nama yang dicurigai. Sumber Malang Post di Polres Malang Kota menduga, dua kelompok asal Pandaan dan Porong Pasuruan, yang kembali beraksi, setelah keluar dari penjara. Dua kelompok tersebut yakni kelompok Darsono serta kelompok Pake dan Ranye.
‘’Melihat dari modus bongkar gembok, bisa jadi kelompok Darsono atau kelompok Pake dan Ranye yang melakukannya. Mereka sama-sama asal Porong, Pasuruan dan pernah tertangkap polisi. Sekarang sudah keluar penjara dan mulai kembali melakukan aksi,’’ tutur sumber ini.
Khusus Darsono, diketahui juga merupakan kelompok spesialis pembobol ATM. Sedangkan Pake dan Ranye, lebih memilih toko-toko atau supermarket menjadi sasarannya.
‘’Tipikal dan modus kelompok ini sudah terdeteksi aparat kepolisian di Jawa Timur. Bahkan, Pake yang sekarang umurnya sudah sekitar 50 tahunan, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polres lain karena melakukan hal yang sama,’’ terang sumber yang wanti-wanti tidak disebutkan namanya ini.
Pencurian ini, tidak sama dengan pencurian dan perampokan yang dilakukan kelompok Ambon atau yang dikenal sebagai kelompok Riyad Daun. Sebab, modus yang dilakukan, katanya sudah berbeda. Dengan kata lain, menurutnya, polisi sudah cukup paham dengan spesialisasi kejahatan para pelaku.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto, SH, SIK mengaku pihaknya masih mendalami lebih jauh tentang pelakunya. Namun, dia memperkirakan bila pelaku pencurian yang beraksi di Alfamart Jalan LA Sucipto Malang dan Alfamart Randuagung adalah sama.
‘’Kemungkinan pelakunya sama dengan yang Singosari. Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan,’’ katanya kepada Malang Post.  
Di bagian lain, jajaran Dirreskrimum Polda Jatim, ikut melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, setelah beberapa Alfamart di kota lain juga ikut dibobol.
Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Untung  menegaskan pihaknya bekerjasama dengan jajaran Polres Malang Kota untuk mengungkap kasus tersebut.
‘’Komunikasi sudah terjalin dengan pihak Polsekta Blimbing dan Polres Malang Kota. Termasuk kesamaan dan dugaan-dugaan lainya, nantinya akan kami bagikan lebih lanjut,’’ papar mantan Kaur Bin Ops Satreskoba Polres Malang ini.
Sementara itu, Corporate Communication Regional IV PT. Sumber Alfaria Trijaya, M. Faruq mengatakan, pada dasarnya Alfamart sudah berupaya mengantisipasi tindak kriminalitas dengan memasang CCTV dan melibatkan aparat keamanan dari TNI dan Polri sebagai Lost Prevention (LP).
‘’Kami juga melibatkan masyarakat lingkungan sekitar toko-toko kami untuk mencegah tindak kriminalitas. Jika ada pembobolan toko yang ditengarai komplotan jaringan antarkota yang cukup profesional, Alfamart berharap kepolisian segera mengungkapnya sehingga kejadian sejenis tidak terjadi lagi,’’ tutupnya.
Seperti diberitakan, tidak sampai 30 menit, dua Alfamart dibobol pencuri, Sabtu (23/11) dini hari. Alfamart LA Sucipto 2, Jalan LA Sucipto Malang menderita kerugian Rp 6 juta dan 48 slop rokok berbagai merek sedangkan Alfamart Randuagung kehilangan uang Rp 12,5 juta dan beberapa barang kebutuhan rumah tangga. (big/mar)