Bantah Nikah Siri, Kapolsek Pagak Diperiksa Polda

MALANG - Kapolsek Pagak AKP Joko Yuwono membantah telah merebut istri orang dengan menikahi secara siri Sri Astuti Handayani, 53 tahun Kabid PLS Dinas Pendidikan Pendidikan Kabupaten Malang. Sebelumnya, tuduhan itu dilontarkan suami Sri Astuti Handayani yakni Tito Pangestu, 55 tahun, kepada wartawan Sabtu (23/11) malam.
“Wah tidak benar saya melakukan nikah siri. Bohong apa yang dikatakan dia (Tito Pangestu),” ujarnya AKP Joko Yuwono kepada Malang Post kemarin.
Meski mengelak telah melakukan nikah siri, dia mengaku kenal dengan Sri Astuti Handayani. Namun, bapak tiga anak ini menegaskan tidak sering bertemu dengan Sri Astuti.
Dia enggan mengungkapkan kapan pertama kali berkenalan denga Sri Astuti. Namun, munculnya pemberitaan tersebut, dia menduga bahwa hubungan biduk rumah tangga Tito dengan Sri sudah retak. Hal itu ditengarai Tito tidak mampu menafkahi istrinya.
“Kalau bukan itu, mungkin masalah besar yang lainnya. Istri itu tidak akan kabur dari rumah, bila suamiya tidak keterlaluan,“ paparnya.
 Selain itu, dia juga menduga kesalahan dari Sri Astuti yang kabur dari rumah, dilimpahkan kepada dia. Dia menuding Tito mengkaitkan istrinya yang kabur dari rumah dengannya.
Pria yang saat ini berusia 48 tahun tersebut juga sudah memenuhi pemanggilan Polda Jatim terkait kasus tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus tersebut kepada Polda Jatim.
“Nanti bisa dibuktikan kebenarannya melalui penyelidikan yang dilakukan oleh petugas penyidik Polda Jatim,“ imbuhnya.
Sementara itu Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta SIK mengatakan belum berani mengambil keputusan terkait dengan kasus tersebut. Pihaknya lebih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Polda Jatim.
“Saya belum bisa bicara sanksi terkait mengenai kasus ini. Karena proses hukumnya sudah diproses oleh Polda Jatim. Kami sebelumnya juga sudah berkomunikasi dengan Binkum Polda Jatim,” ucapnya saat dihubungi terpisah. (big/aim)