Penadah dan Jambret Spesialis Emas Dibekuk

Tsk Suwito dan Hadiono, dihadapan barang bukti yang diamankan.

Beraksi di 23 TKP
MALANG – Setelah sukses membekuk kelompok Ambon, perampok antar provinsi spesialias brankas, Minggu malam lalu giliran pelaku jambret antar kota spesialis emas yang berhasil dibekuk petugas Buser Polres Malang. Tersangkanya adalah Suwito, warga Dusun/Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan.
Pria berusia 45 tahun ini, diringkus aparat kepolisian di Jalan Raya Singosari, saat mengamati calon korban yang menjadi sasaran kejahatannya. Dari tangan bapak tiga anak ini, barang bukti yang diamankan adalah satu sepeda motor Yamaha Xeon, N 5965 JL serta uang tunai sebesar Rp 42 juta. Uang tersebut adalah hasil kejahatan tersangka selama ini.
Selain Suwito, petugas juga mengamankan seorang penadah yang selama ini menerima hasil kejahatan. Yaitu Hadiono, 64 tahun, pedagang jual beli emas di sekitar Pasar Besar Malang. Dia dibekuk di rumahnya di Jalan Sebuku, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang.
“Barang bukti lainnya masih ada dan masih belum kami amankan. Di rumahnya ada beberapa barang yang dibeli dari hasil kejahatan tersangka,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang AKP Muhammad Aldy Sulaeman, didampingi Kasubag Humas AKP Ni Nyoman Sri E.
Mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini mengatakan, penangkapan Suwito, bermula dari hasil penyelidikan petugas yang dilakukan sebulan lebih. Polisi yang sudah lama mencurigainya sebagai pelaku kejahatan, langsung menangkap begitu mendapatkan barang bukti. “Tersangka ini adalah pelaku tunggal. Selama ini dia melakukan kejahatan seorang diri,” terang Aldy.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik, Suwito mengaku sudah lebih 23 kali melakukan aksi kejahatan. Sebanyak 18 kali dilakukannya di wilayah Kabupaten Malang, yaitu Kecamatan Singosari sebanyak sembilan kali, Lawang enam kali serta Pakis tiga kali. Sisanya dilakukan di Kota Malang, Blitar, serta Tulungagung.
“Aksi jambret yang saya lakukan itu, mulai 2011 lalu sampai November 2013 lalu. Berapa total hasil yang saya dapatkan dari aksi kejahatan itu, saya tidak mengingatnya,” tutur tersangka Suwito.
Dari semua TKP kejahatan yang dilakukan, rata-rata sasaran korbannya semua adalah wanita berusia di atas 50 tahun. Pilihan itu, supaya ketika beraksi tidak ada upaya perlawanan dari korban.
Untuk mencari korban, tersangka keliling lalu mengawasi setiap wanita yang memakai emas saat ke pasar. Kemudian dia membuntuti korban pulang ke rumahnya. Setelah diawasi kalau rumah kosong, tersangka lalu berpura-pura bertamu. Selanjutnya tersangka membekap dan merampas kalung emas yang dipakai oleh korban.
 “Saya sama sekali tidak tahu kalau emas yang saya beli dari Suwito itu adalah hasil kejahatan. Kalaupun tahu, pasti saya tidak akan mau. Setiap satu gram emas saya beli dengan harga Rp 300 ribu,” tutur tersangka.(agp/aim)