Bawa Bom, Bandit Jalanan Pasuruan Dilumpuhkan

MALANG POST - Nahas menimpa Nur Yanto (25), bandit jalanan asal Desa Sumberrejo, Kecamatan Winongan. Ia terpaksa dilumpuhkan dengan 6 butir timah panas, lantaran menyerang saat hendak ditangkap petugas Satreskrim Polres Pasuruan. "Tersangka dilumpuhkan karena mencoba menyerang petugas, ketika ditangkap di rumahnya," kata Kompol Boby Tambunan, Waka Polres Pasuruan saat gelar perkara di halaman Mapolres Pasuruan, Senin (2/12/2013).
Akibat luka 6 tembakan di kakinya, penjahat jalanan tersebut akhirnya tak mampu untuk berjalan. "Dalam aksinya, pelaku bersama kawannya bermodus touring. Menggunakan air soft gun, bondet (bom rakitan) serta celurit sebagai senjata untuk melumpuhkan korban," ungkapnya.
Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya sebilah celurit, dua pasang sepatu, dua tas punggung, dua helm, dua jaket, dan tiga motor yaitu Yamaha Vixion S 4576 LX, Honda Supra X 125 dan Satria. "Pelaku dijerat Pasal 365 KUHP," ujar Boby.
Sebelumnya, 6 bandit jalanan termasuk pelaku, beraksi di Jalan Raya Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Sabtu (16/11/2013) sekira pukul 20.10 WIB. Korban Fajar Kurniawan (24), warga Surabaya saat itu tengah mengendarai Yamaha Vixion S 4976 LX dari arah Mojokerto ke Surabaya tiba-tiba dipepet dan dirampas kunci kontak motornya.
Apesnya, saat hendak mengambil motor korban, petugas kepolisian dari Polres Pasuruan kemudian datang. Para pelaku lantas menyerang polisi dengan bom rakitan, yang kemudian dibalas dengan tembakan senjata api oleh petugas.
Lantaran terpojok, para bandit jalanan kabur ke arah Mojokerto. Salah seorang bandit jalanan akhirnya tewas lantaran terkena tembakan dan satu tersangka lain berhasil diringkus petugas Polres Mojokerto. (jpnn/udi)