Gelapkan Uang, Manager Koperasi Dibui

MALANG - Beginilah kalau mencoba mempermainkan jabatan untuk mengeruk kepentingan pribadi. Penjara pun menjadi ‘tempat tinggalnya’. Inilah yang dilakukan Yeni Sapti Irawati, warga Jalan Danau Sentani Timur, Sawojajar, Malang. Kini dia menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kota Malang, karena diduga menggelapkan uang hasil 14 Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) yang menjadi jaminan di tempatnya bekerja, Koperasi Unggul Makmur, Jalan Danau Toba, Sawojajar, Malang. 
Akibat perbuatannya, koperasi tersebut menderita kerugian sekitar Rp 600 juta.
Informasi yang dihimpun, Yeni tidak bekerja sendirian untuk melakukan penggelapan tersebut. Selama sekitar satu tahun atau antara tahun 2012 hingga 2013, wanita yang menjabat Manager Koperasi tersebut bekerjasama dengan dua stafnya, Joko Winarto dan Mohammad Yusuf, keduanya asal Desa Pamotan, Dampit. “Joko merupakan wakil pimpinan koperasi, sedangkan Yusuf sebagai account officer,” ujar Wakil Pemilik Koperasi Unggul Makmur, Stanly Thedjosukmono, kemarin. 
Modus yang dilakukan ketiganya yakni dengan membuat nasabah fiktif. Rata-rata, nasabah fiktif itu dianggap meminjam uang ke koperasi tersebut sekitar Rp 60 juta. Menurut hasil pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Malang Kota, dikatakan Stanly, ketiganya memiliki peran masing-masing. Joko dan Yusuf mengajukan pinjaman dengan BPKB yang dicarinya dan mengajukan kredit atas nama nasabah fiktif. Setelah uang cair, ketiganya lantas membagi-bagi uang itu. Modus tersebut dilakukan berulangkali hingga manajemen koperasi mencurigai ada yang tidak beres. 
“Kami lantas melakukan audit internal. Tanpa sengaja, tim audit kami tidak menemukan adanya 14 BPKB di dalam amplop yang disimpan di brankas. Setelah dicek, BPKB itu tidak ada. Kami lantas melaporkan penggelapan ini ke polisi,” tegas Stanly.
Menurut sumber Malang Post di Polres Malang Kota, tersangka Yeni mengakui segala perbuatannya. “Dia mengaku terlibat untuk mencairkan uang koperasi atas pengajuan kredit dari Joko dan Yusuf,” papar sumber yang minta dirahasiakan namanya ini. Sementara itu, di Pengadilan Negeri Kota Malang, proses sidang terhadap Yeni masih dalam tahap pemeriksaan terhadap saksi-saksi. (mar)