Majapahit Ekspress Tabrak Xenia, Dua PNS Kritis

Kondisi mobil Xenia warna putih yang masih berada di tengah parit usai ditabrak kereta api, dikerubungi warga.

PAKISAJI – Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Bunder, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, kembali memakan korban. Kemarin siang, mobil Xenia Nopol N 849 DG, yang berpenumpang dua orang ditabrak kereta api Majapahit Ekspres tujuan Pasar Senen Jakarta, yang dimasinisi Ali Kabidi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dua penumpang mobil Xenia warna putih tersebut harus dilarikan ke RS Wava Husada Kepanjen. Keduanya mengalami luka sangat serius. Hingga semalam, keduanya masih menjalani perawatan intensif.
Keduanya penumpang mobil itu adalah Anang Istiadi, 55 tahun, warga Jalan Ahmad Yani Turen. Anang yang merupakan pengemudi mobil ini adalah Kaur Kesos di Kecamatan Turen. Sementara satu penumpang lagi adalah seorang perempuan yaitu Yun Marhaeni, 51 tahun, warga Perum Puri Kartika Asri, Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Yun yang merupakan teman Anang ini, adalah PNS di UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Pakisaji.
“Sebelum melintasi perlintasan tanpa palang pintu, masinis sudah menyembunyikan klakson berulang kali tetapi sepertinya pengemudi tidak mendengar. Dan begitu mobil berada di tengah rel, langsung ditabrak,” ungkap Mahfud, salah satu petugas Polsus Kereta Api di lokasi kejadian.
Diperoleh keterangan, peristiwa yang menjadi perhatian warga tersebut terjadi sekitar pukul 14.00. Siang itu, mobil Xenia yang STNK-nya atas nama Yusron Dul Fahmi, Jalan Ahmad Yani Turen, melaju dari arah timur ke barat. Mobil berjalan pelan melintasi perlintasan tanpa palang pintu.
Ketika berada di tengah rel, dari arah utara melaju kerata api bernomor Loco CC 20315, dengan kecepatan tinggi. Karena jarak cukup dekat, akhirnya tabrakan pun tak terhindar. Mobil terpental sejauh sekitar 15 meter sebelum akhirnya masuk ke dalam parit. Sementara usai menabrak, KA sempat berhenti sekitar 30 menit karena selang udara rem pecah. Namun setelah diperbaiki, KA melajutkan perjalanan lagi.
Sementara kedua korban yang terjepit di dalam mobil langsung ditolong oleh warga sekitar. Yun, menderita luka di kepala hingga mengeluarkan dari hidung serta telinganya. Sementara Anang, menderita luka di kepala bagian belakang serta luka di tangan kanan. Saat ditolong warga, mereka tidak sadarkan diri. “Sebelum melintas rel kereta api, saya sempat berteriak ada kereta api yang melintas. Tetapi mobil itu tetap melaju lurus hingga akhirnya ditabrak,” ujar Andi, salah satu warga sekitar.(agp/aim)