Polisi Bekuk Penadah dan Penjambret

Kedua tersangka penadah barang hasil curian di Mapolres Malang.

MALANG – Satreskrim Polres Malang, kemarin berhasil menangkap dua orang penadah HP dari hasil kejahatan menjambret. Yaitu Abdurrahmad Masudin alias Udin, 26 tahun, warga Desa Petungsewu, Kecamatan Dau. Serta Yuliono, 30 tahun, warga Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir.
Keduanya dibekuk petugas di rumahnya masing-masing. Kali pertama yang ditangkap adalah Udin, di konter HP dekat rumahnya. Kemudian berkembang dengan menangkap Yuliono di rumahnya. Dari penangkapan keduanya ini, polisi mengamankan puluhan HP sebagai barang bukti.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman mengatakan, penangkapan kedua penadah ini berdasarkan hasil penyelidikan petugas. Polisi menyelidiki setelah mendapat laporan dari Fiska, 23 tahun, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran. HP miliknya, dijambret saat melintas di Jalan Raya Bulupayung Bululawang pada 12 November lalu.
“Berdasarkan laporan itulah, akhirnya kami lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua penadahnya.l Sedangkan untuk actor (pelaku utamanya) masih kami selidiki,” ungkap Muhammad Aldy Sulaeman.
Sementara dalam pemeriksaan, Udin mengatakan kalau dirinya dua kali membeli HP hasil kejahatan secara borongan. Pertama sebulan lalu dia memborong 21 HP berbagai merek, kemudian selang seminggu memborong 18 HP.
“Saya membelinya dari Yuliono. Pertama saya membeli dengan harga Rp 5,5 juta untuk 21 HP, lalu yang kedua Rp 4,7 juta untuk 18 HP. Selanjutnya HP itu saya jual batangan di konter,” ujar Udin.
Sedangkan Suliyono, mengaku kalau dirinya hanya seorang perantara saja. Dia disuruh oleh teman kenalannya yang mengaku bernama Andik. “Setiap kali menjualkan HP hasil kejahatan, saya diberi komisi. Yang pertama Rp 300 ribu dan kedua Rp 150 ribu, uangnya habis untuk jajan,” katanya.(agp/ary)