Gadaikan Mobil Dinas, Suhadi Jadi Tersangka

Anggota Dewan Terjerat Kasus Hukum
KEPANJEN-Polres Malang Kabupaten serius dalam menangani kasus hukum yang menjerat dua anggota DPRD. Yakni anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Suhadi SE MAP yang ditetapkan sebagai tersangka gadai mobil dinas. Serta kasus pengeroyokan yang melibatkan Sugiyanto anggota Fraksi Partai Golkar (FPG).
Kedua orang itu terjerat kasus hukum yang berbeda. Untuk Suhadi, statusnya saat ini sudah dijadikan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi oleh penyidik Reskrim Polres Malang. Ini adalah kali kedua, Suhadi terjerat hukum, setelah sebelumnya diproses di pengadilan.
Kali ini, politisi PDI-P tersebut diduga telah menggunakan uang negara dengan menggadaikan mobil dinas (mobdin) Innova milik salah satu anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Padahal, vonis hukuman kurungan penjara selama 10 bulan yang dijatuhkan Majelis Hakim, Bambang Sasmita SH, dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, 18 September lalu belum inkracht van gewijsde (mempunyai kekuatan hukum tetap). Dalam kasus hukum tersebut, Suhadi yang dituduh melakukan penipuan dan penggelapan mobil oleh Suratman, mengajukan banding.
“Suhadi sudah kami jadikan tersangka. Yang bersangkutan juga sudah kami periksa sebagai tersangka, meski pada panggilan pertama sempat tidak hadir dengan alasan orangtuanya sakit. Dan berkas Suhadi, juga sudah kami limpahkan tahap satu ke Kejaksaan Negeri Kepanjen, Senin lalu. Sekarang ini, tinggal menunggu petunjuk dari Kejari Kepanjen,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Menurut mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, dugaan korupsi yang dilakukan Suhadi ini, bermula dari adanya informasi yang diterima polisi. Selanjutnya berdasarkan informasi itu, polisi lalu melakukan penyelidikan. Setelah hasil penyelidikan terbukti, kemudian dinaikkan menjadi penyidikan dengan membuat laporan polisi model A, yaitu laporan berdasarkan hasil penyelidikan.
“Mobdin berplat merah milik anggota DPRD Provinsi Jatim yang digelapkan oleh Suhadi dengan digadaikan kepada orang lain sebesar Rp 36 juta. Uang hasil gadai yang merupakan uang korupsi dan digunakan itulah yang menjadikan Suhadi sebagai tersangka,” jelas Aldy.
Suhadi sendiri belum bisa dikonfirmasi oleh Malang Post terkait status tersangka yang diarahkan kepadanya. Sampai malam kemarin, pria itu belum menjawab telepon. Malahan ketika nomornya dihubungi berulang kali, rupanya tidak aktif.
Sementara itu, selain Suhadi, Sugiyanto anggota DPRD Kabupaten Malang juga terjerat kasus hukum. Bahkan, pria yang satu ini, tidak lama lagi diprediksi juga akan menjadi tersangka.  Hal itu seiring dengan surat izin pemeriksaan terhadap politisi dari Fraksi Partai Golkar (FPG) ini, sudah turun dari Gubernur Jawa Timur.
Sugiyanto ini, sebelumnya dilaporkan oleh Untung telah melakukan pengeroyokan bersama empat orang. Aksi pengeroyokan terjadi di warung kopi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Aksi itu, diduga karena bermotif masalah penambangan pasir besi yang ada Gedangan.
“Untuk izin Sugiyanto sudah kami terima kemarin (Rabu, red). Selanjutnya dari izin tersebut, kami akan segera melayangkan surat pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” paparnya.(agp/ary)