SMK 2 Turen Diacak-acak Maling

Muhammad Nur koordinator keamanan sekolah, menunjukkan dinding yang dilubangi oleh pelaku.

TUREN – Lembaga pendidikan di Kabupaten Malang, kembali menjadi sasaran pencuri. Dini hari kemarin, giliran SMK 2 Turen (SMK Kelautan) di Jalan Gatot Subroto Keluarahan/Kecamatan Turen ini yang digarong. Barang-barang berharga senilai sekitar Rp 40 juta, raib dibawa kabur pelaku.
Kasus pencurian tersebut, kemarin langsung ditangani petugas Polsek Turen. Dibantu Tim Identifikasi Polres Malang, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa orang termasuk dua penjaga sekolah Irsyad serta Kholik, akan dimintai keterangan untuk mengungkap pelakunya.
“Dugaan kami pelakunya lebih dari dua orang. Melihat olah TKP tadi (kemarin pagi, red) pelaku kemungkinan masuk dengan melompat pagar depan saat petugas yang berjaga sedang tidur. Sebab jika melompat dinding samping, jelas tidak mungkin karena tidak ada bekas panjatan dan alat untuk memanjat pagar dinding,” ungkap Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Sudarno.
Aksi pencurian diperkirakan terjadi dini hari sekitar pukul 01.00. Ketika kejadian, sekolah dijaga dua orang satpam, yaiu Irsyad dan Kholik. Diduga saat dua penjaga sedang lengah, pelaku yang sudah merencanakan langsung beraksi.
Sasaran aksinya adalah ruang laboratorium informasi teknologi (IT) yang ada di sebelah barat. Modus operandi yang dilakukan pelaku, dengan melubangi dinding belakang. Setelah berlubang, pelaku kemudian masuk dan mengambil beberapa barang berharga. Diantaranya tiga kamera, dua netbook, dua LCD serta uang kas sebesar Rp 800 ribu yang tersimpam di dalam laci.
“Yang dibobol hanya ruangan Laboratorium IT ini saja, ruangan lainnya tidak. Di ruangan ini, tidak semua barang diambil, hanya barang yang bisa lewat lubang saja yang dicuri. Semua laci meja juga dibuka dan diacak-acak isinya,” ujar Muhammad Nur, koordinator keamanan di sekolah tersebut.
Kali pertama yang mengetahui ada pencurian itu adalah Kepala Lab IT, Khofiyun sekitar sekitar pukul 06.00. Saat itu saksi yang baru tiba di sekolah, hendak memasuki ruangan. Ketika pintu dibuka, saksi kaget karena ruangan dalam kondisi berantakan serta beberapa barang juga hilang. Selain itu dinding juga telah berlubang. Atas kejadian itulah, pihak sekolah langsung melaporkan ke petugas Polsek Turen.(agp/ary)