Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Sabu

MALANG POST - Petugas Bea Cukai Bandara Ngurah Rai Bali kembali berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 3,2 kilogram ke Bali. Seorang pelaku yang membawa barang terlarang itu diamankan petugas. Pelaku bernama Ihah Solihah Uju (39), asal Garut, Jawa Barat itu ditangkap saat tiba di terminal kedatangan internasional bandara Ngurah Rai Bali. "Tersangka awalnya terbang ke Bali dengan menggunakan pesawat Singapore Airlines SQ 942 dari Singapura," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Made Wijaya, Minggu (8/12/2013).
Menurut Wijaya, petugas awalnya tidak menemukan benda terlarang saat memeriksa tersangka. Namun belakangan akhirnya petugas berhasil menemukan serbuk kristal dari dasar bagasi tas jenis travel bags warna hitam milik tersangka. "Pelaku diduga seorang tenaga kerja wanita Indonesia," jelas Wijaya.
Wijaya menuturkan bahwa dari hasil tes cepat atau narcotic test, serbuk kristal diduga kuat mengandung sediaan narkotika jenis methamphetamine. Dengan barang bukti kejahatan itu, pelaku dengan nomor paspor A6569361 kini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka."Pelaku sampai saat masih kita dalami untuk mengungkap jaringannya. Pelaku secepatnya kita serahkan ke Polda Bali untuk proses lebih lanjut," tutup Wijaya.
Terpisah, Polsek Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, berhasil menyita ganja kering sebanyak satu ton dari tiga pelaku. "Ada satu ton ganja yang berhasil disita petugas dari tiga pelaku bandar yang diamankan secara terpisah," kata Kapolsek Pamulang, Kompol Mochamad Nasir di Tangerang, kemarin.
Ia mengatakan, ketiga tersangka merupakan bandar besar untuk wilayah Jabodetabek dengan asal ganja dari jaringan aceh. Pengungkapan ganja sebanyak satu ton, berawal dari penangkapan tersangka bernama Evi Krisnawati Mayer (51) beserta anaknya Jeffry (31) asal Manado yang merupakan warga wisma Tajur, Ciledug, kota Tangerang.
Dari penangkapan kedua tersangka tersebut, kepolisian berhasil menyita ganja kering sebanyak empat kilogram. Kemudian, kepolisian melakukan pengembangan dari penangkapan kedua tersangka hingga mengarahkan kepada bandar di wilayah Depok, Jawa Barat. "Dari pengakuan dua tersangka yang ditangkap petugas, diperoleh informasi mengenai bandar lainnya di Depok," katanya.
Saat melakukan penggeledahan di wilayah Depok, diperoleh barang bukti ganja sebanyak 96 bal atau total berat 1 ton. Pelaku dengan nama Antonius Engkos (50) warga Tajur Halang, Bojong Gede, Depok, diketahui sebagai bandar besar. Bahkan, pelaku dengan nama Antonius Engkos, pernah tersangkut dengan kasus yang lama pada dua tahun silam.
"Pelaku mengaku mendapatkan barang bukti ganja kering dari jaringan Aceh melalui kurir bernama Mun," katanya.
Dari keterangan tersangka Anton, polisi mendapatakn informasi jika sistem penjualan yang dilakukan dengan cara transfer. Pembeli biasanya mentransfer uang ke rekeningnya dan paket ganja tersebut dikirim oleh pelaku sesuai dengan pesanan yang diinginkan. Ketiga pelaku pengendar ganja dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2009 pasal 111 dan 114 yakni pidana penjara diatas 20 tahun. (jpnn/udi)