Kekerasan Fendem Jadi Atensi Khusus

MALANG POST –  Kematian Fikri Dolasmantya Surya, mahasiswa ITN Malang yang diduga meninggal dunia secara tidak wajar pada 13 Oktober lalu, menjadi atensi khusus Satreskrim Polres Malang untuk diungkap. Dalam minggu ini, akan mengundang beberapa orang untuk dimintai klarifikasi terkait kejanggalan kematian Fikri, yang sudah ramai diberitakan di beberapa situs online tersebut. Hal ini dikatakan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman, SIK kepada Malang Post kemarin.  Dia mengaku bahwa kasus kematian Fikri ini secepatnya akan diselidiki, untuk mengungkap kejadian sebenarnya.
Dari penyelidikan ini, akan diketahui apakah Fikri meninggal dunia karena kecapekan atau menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh Fendem (senior keamanan) saat orientasi siswa baru. “Dalam minggu ini, kami akan mengundang beberapa orang untuk kami mintai klarifikasi. Termasuk pihak ITN Malang akan kami mintai keterangan. Apakah kejadian yang ramai diberitakan di media situs online tersebut benar atau tidak. Sekaligus kami juga akan mengecek keaslian foto yang menggambarkan kekerasan itu,” paparnya.
Mantan tenaga pendidik di SPN Brimob Polda Jatim ini, mengkhawatirkan foto tersebut merupakan kejadian lain, yang dikaitkan dengan kematian mahasiswa ITN itu. “Jika foto yang ditampilkan dalam situs online tersebut benar keasliannya, pemiliknya bisa menyampaikan ke Satreskrim Polres Malang. Karena foto tersebut akan menjadi bukti bagi kami untuk menyelidiki kasus ini,” terang dia. Pihaknya berjanji akan merahasiakan identitas pemilik foto tersebut sekalius memberikan perlindungan.
“Bukti foto serta keterangan sebagai saksi, akan sangat membantu penyelidikan kami nantinya,” lanjut Aldy, sapaannya. Sejauh ini, dia masih belum memerlukan tim khusus untuk membongkar kembali kasus kematian Fikri. Sebab, menurut dia, penyidik Satreskrim Polres Malang akan bekerja semaksimal mungkin untuk membuktikan kebenarannya. Seperti diketahui, dua bulan sejak kematian Fikri saat mengikuti pelatihan Planologi mahasiswa baru (Maba), di Pantai Goa Cina, Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, meninggalkan kejanggalan.
Kematian warga, Jalan Sakura IV /17 BTN Sweta Mataram, NTB ini, dianggap tidak wajar.
Ada dugaan menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh mahasiswa seniornya saat orientasi siswa baru.  Menurut rekan Fikri, pernyataan Fikri yang akan melindungi teman-temannya dari kekerasan Fendem itulah yang membuat Fendem semakin brutal. Saat itu juga Para Fendem mengamankan Fikri ke dalam tenda. Para Mahasiswa peserta KBD dipaksa untuk membelakangi para Fendem dan hanya terdengar suara erangan kesakitan Fikri.
Kejanggalan kematian Fikri inipun, tak urung menggemparkan beberapa mahasiswa ITN dan sebagian diantaranya ikut mengunduh beritanya yang menyebar di beberapa situs online seperti SeputarMalang.com dan voa-islam.com. Bahkan, di situs tersebut, juga ditampilkan beberapa gambar adegan kekerasan, yang diduga dilakukan Fendem terhadap mahasiswa baru, termasuk Fikri, sekaligus kronologi kejadian selama Orentasi Kemah Bakti Desa (KBD) dan Temu Akrab di tempat tersebut. (agp/mar)