Pura-pura Jadi Anak Kos, Embat Dua Laptop

Tersangka saat diinterogasi oleh Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Untung

SINGOSARI- Rumah kos menjadi sasaran empuk pelaku pencurian. Cukup menyewa kamar kos, Sulistiyanto, warga Jalan Semeru Selatan RT 2 RW 1 Desa/Kecamatan Dampit membobol kamar milik teman kosnya kali kedua. Akibat perbuatannya, pria berusia 32 tahun itu, sejak kemarin harus mendekam di sel Mapolsek Singosari.
Dari tangan tersangka, petugas menyita satu buah laptop beserta charger yang belum sempat dijual. “Tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya lima tahun kurungan penjara,” kata Kapolsek Singosari AKP Deky Hermasnyah kepada Malang Post.
Informasi yang berhasil dihimpun, tersangka kos di Jalan Mondoroko Tengah RT 2 RW 6 Desa Banjararum Kecamatan Singosari sejak bulan September lalu. Rumah kos itu sendiri, milik Suharti, 53 tahun. Baru dua minggu kos di tempat tersebut, tersangka langsung membuat ulah, yakni mencuri laptop teman kos sebelah kamarnya.
Modusnya yakni tersangka langsung mengembat laptop, ketika korban lengah maupun ceroboh, karena lupa mengunci kamar.  “Setelah itu, oleh tersangka laptop tersebut dijual ke Surabaya,“ kata Deky.
Dijelaskannya, dari awal tersangka sudah merencanakan mengambil waktu kos yang singkat, yakni hanya selama satu bulan. Setelah dirasa sudah aman, akhir bulan Desember tersangka yang diketahui bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya itu kembali kos di tempat tersebut. Tujuannya sama seperti saat kos pertama lalu, yakni melakukan pencurian. Setelah kos di tempat itu kembali, tesangka dengan modus yang sama melakukan pencurian laptop.
Suhartini yang curiga dengan keberadaan tersangka lantaran terdapat kejadian peristiwa pencurian laptop kembali, membuatnya gerah dan melaporkannya ke Polsek Singosari. Sedangkan petugas yang mendapat laporan itu, langsung menangkap tersangka di kamar kosnya Minggu (7/12) kemarin.
Setelah diinterogerasi oleh petugas, tersangka mengaku dan menunjukan keberadaan laptop hasil curiannya yang terakhir dan belum sempat dijual.
 “Barang buktinya kami sita di rumah temannya yang terletak di Dusun Tanjung Desa Banjarejo. Katanya belum sempat dijual, karena konter di Surabaya tutup dan dibawa pulang lagi,” terang mantan Kasatreskrim Polres Malang tersebut. (big/aim)