Minum Cukrik, Lima Orang Sidoarjo Tewas

MALANG POST - Maraknya peredaran miras oplosan jenis cukrik di tengah masyarakat telah mengantarkan lima pemuda asal Sidoarjo yang mengkonsumsinya tewas. Pertama, kasus itu terjadi di Tulangan, tepatnya Kamis (21/11/2013) malam, usai pesta miras oplosan jenis cukrik, di sebuah warung kopi di Pager Ngumbuk Wonoayu, Rizal Zulmi (24) warga RT 5 RW 2 dan Hariyanto alias Tongseng (25) warga RT 4 RW 2 Desa Kepuh Kemiri, Tulangan, Sidoarjo, tewas.
Sebelum meninggal, kedua korban terlibat mabuk berat dan merasakan dadanya seperti terbakar. Keduanya juga dilarikan ke RSUD Sidoarjo oleh keluarganya, namun dalam perawatan, nyawanya tak tertolongkan. Meninggalnya kedua pemuda asal Tulangan ini, bersamaan waktu, namun beda jam.
Sayang dalam kasus miras cukrik di Tulangan ini, tidak mendapatkan penanganan hukum dari pihak kepolisian, karena keluarga korban tidak melaporkan kejadian itu. Kanit Reskrim Polsek Tulangan Aiptu H Suhadak tidak menampik adanya kejadian itu. "Kami mendapatkan laporan dari Babin Kamtibmas dan warga setempat," ujar Suhadak.
Kasus cukrik kedua, yakni terjadi di wilayah Balongbendo. Tiga pemuda yang pesta miras cukrik sejak Sabtu (23/11/2013) malam hingga Minggu (24/11/2013) pagi, tewas secara bergiliran. Ketiganya Heri Susanto (25) warga RT 10 RW 2, Suwandi Purwanto (20) warga RT 9 RW 2 dan Muhammad Saifuddin alias Mamat (35) warga RT 9 RW 2 warga Desa Wates Sari Kecamatan Balongbendo.
Menurut Fery (35) tetangga korban, pesta miras jenis cukrik itu dilakukan perkebunan bawah pohon bambu. Saat Minggu pagi, penenggak miras oplosan itu mulai merasa dan mengaku sakit sampai dadanya panas, hingga dilarikan ke RS Anwar Medika. "Yang  meninggal duluan, Heri S dan Suwandi dan disusul Mamat yang juga meninggal dunia," ungkapnya.
Pasca adanya laporan miras cukrik yang merenggut tiga jiwa, Kapolsek Balongbendo Sidoarjo Kompol Slamet Sugiharto langsung mendalami kasus dan berhasil mengamankan Sugiantoro (32) warga RT 8 RW 3 Dusun Semawut Desa Balongbendo. Dari tangan Sugiantoro, petugas 46 botol cukrik. Selain Sugiantoro, Sunaryo alias Sogol (32) asal Sumokembangsri Balongbendo dan Saman (42) warga Driyorejo Kabupaten Gresik diringkus oleh Polres Sidoarjo, juga berhasil diringkus oleh Polsek Balongbendo.
Di depan petugas, ketiganya seolah kompak mengaku miras yang dijualnya itu asli tanpa ada campuran bahan-bahan yang berbahaya lainnya. Mereka (tiga penjual penjual miras red,) mengaku asli miras tanpa ada campurannya. "Dari pengembangan lanjutan, petugas juga mengantongi satu nama yang merupakan pemasok besar miras cukrik asal Mojokerto yang kini dalam pengejaran," kata Slamet.
Pasca menelan lima jiwa, dua warga dari Tulangan dan tiga warga dari Balongbendo, Polres Sidoarjo akhirnya mempertegas dalam penjeratan pidana penjual cukrik. Mereka dijerat dengan pelanggaran Undang-undang pangan dan kesehatan.
Mereka dijerat dengan UU Kesehatan itu karena minuman cukrik yang dijualnya, ada dugaan mengandung etanol dan lainnya yang sangat membahayakan kesehatan tubuh dan membahayakan. "Jika terbukti dalam laboratorium, bahwa kandungan minuman cukrik yang dijualnya mengandung bahan berbahaya, mereka akan terancam pidana 15 tahun," tegas Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki.
Marjuki menyebutkan, dalam memerangi penyakit masyarakat, razia miras tak berizin, akan terus digalakkan. Ini untuk merespon keresahan masyarakat atas bahaya miras tradisonal dan lainnya yang membahayakan itu. (jpnn/udi)