Tersangka Unikama Bertambah

MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menegaskan, tersangka korupsi dana hibah Dikti senilai Rp 3 miliar  di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bertambah.  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan gedung multikultural, Drs Parjito akhirnya ditetapkan sebagai tersangka baru, setelah sebelumnya Kejari juga menyatakan mantan rektor Unikama, Amir Sutejo menjadi tersangka. Parjito dianggap ikut melakukan kongkalikong dengan Amir Sutejo untuk membuat dokumen-dokumen fiktif.
“Dia sudah kami periksa. Namun belum ditahan karena dia sangat kooperatif,” tutur Kajari Kota Malang, Munasim SH, MH kemarin. Dari hasil penyelidikan, dia mengungkapkan, bila Parjito tidak melaksanakan kontrak pembangunan gedung itu. “Kenapa tidak melaksanakan kontrak, karena kontraknya pun palsu. Dokumen yang digunakan juga fiktif,” tegasnya. Kajari yang dikenal cukup berani ini juga mengungkapkan, tidak hanya Parjito yang membuat dokumen-dokumen fiktif.
“Banyak yang terlibat dalam kasus pembuatan dokumen fiktif. Intinya, siapa saja yang ada kaitannya dengan penyimpangan atau penyelewengan terhadap dana hibah ini, harus bertanggung jawab,” kata dia. Pria yang pernah berdinas di Kejati Bangka Belitung ini juga mengungkapkan bila bukti-bukti yang dikirimkan Sumardhan, SH, kuasa hukum Amir Sutejo, ke Kejari Kota Malang beberapa waktu lalu, tidak ada satupun yang asli. Menurut dia, bukti-bukti  itu ada di kantornya semua.
Mulai dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Barang dan Jasa, No 147/PHK/UK.ML/XII-2008 tanggal 6 Desember 2008  yang ditandatangani Peter Sahertian, sebagai panitia yang menyatakan pekerjaan selesai 100 persen, berita acara penyerahan gedung tahap I yang ditandatangani oleh Drs. Parjito dan Karwati, Direktris PT. Andriani Putri Karend, bank garansi, bukti pembayaran kepada kontraktor, faktur pajak standar, surat setoran pajak, dokumen kontrak kerjasama dan laporan pertanggungjawaban tentang penggunaan uang hibah kepada Dikti.
“Semuanya palsu. Perlu diketahui, Unikama itu bermasalah di pengacaranya yang menghambat proses pemeriksaan terhadap tersangka AS (Amir Sutejo). Dua kali dipanggil, katanya pengacara masih sidang di tempat lain. Sekarang katanya dirawat di RS Pertamina Jaya. Kita masih kirimkan surat ke rumah sakit tersebut. Kalau tersangka ada di sana, pasti kami datangi,” paparnya. Selain penyidikan terhadap korupsi Unikama, Munasim juga mengaku sedang ‘ngebut’ untuk melakukan penyidikan berbagai kasus korupsi yang sedang ditangani.
Dia menargetkan, dalam bulan ini, beberapa kasus korupsi sudah bisa dinaikkan statusnya menjadi penuntutan. “Paku jalan masih dalam tahap penyidikan karena dalam penyelidikan, kita hanya berbekal fotokopian. Sedangkan pengadaan tanah UIN masih tahap permintaan keterangan. Sama halnya dengan tanah RSUD, masih dalam tahap penyelidikan. Kalau memang unsur dugaan korupsinya ada, pastilah kita periksa,” pungkasnya. (mar)