Kakak Adik Bersengketa

BATU - Pengadilan Negeri Kota Malang, Rabu kemarin mengeksekusi tanah dan bangunan di Jalan Diponegoro Kota Batu, yang menjadi obyek sengketa kakak-adik, yakni Intan Kumala dengan Taufik Hidayat. Eksekusi itu, sebagai tindaklanjut permohonan Taufik, yang gugatannya dikabulkan pengadilan.
“ Sesuai surat dari pengadilan, kami melakukan eksekusi bangunan ini agar segera dikosongkan. Sebab pemilik sah (penggugat) permohonannya dikabulkan pengadilan,’’jelas Juru Sita PN Malang, Martono.
Menurutnya, gugatan itu sendiri diputus majelis hakim pada 10 April 2012 lalu, namun baru bisa di eksekusi hari ini. Pihak penggugat sendiri, oleh pengadilan dinyatakan sudah memenuhi kewajibannya sebagai pembeli. Sayangnya, tergugat tidak memenuhi panggilan pengadilan dua kali berturut-turut. ”Taufik sudah bayar pembelian toko ini, tapi sampai sekarang kakaknya (Intan Kumala) malah menahan sertifikat itu,” tambah Martono.
Taufik Hidayat mengatakan, pertama kali membeli toko berukuran 135 meter persegi itu pada tahun 2005 seharga Rp 220 juta. Pembelian itu dilengkapi perjanjian lantaran pembayarannya dilakukan secara bertahap, dengan DP Rp 82 juta. Warga Jalan Jalan Dewi Sartika 88 Kota Batu,  ini menambahkan,  pelunasan dijanjikan sebelum jatuh tempo. Pada tahun 2007, Intan Kumala minta sisa pembayaran, dan Taufik memenuhi. Begitu lunas, Intan dikatakan masih tetap minta uang tambahan.
’’ Kami ini saudara kandung, sehingga waktu itu berusaha musyawarah walaupun tak menemukan kesepakatan, sehingga saya menempuh jalur hukum,’’ungkap Taufik.
Dia pun menyebut, bahwa uangnya untuk membelu toko tersebut sudah diterima kakaknya sekitar Rp 310 juta, jauh dari kesepakatan harga. ’’Tapi, sertifikatnya tak kunjung diserahkan pada saya,’’ paparnya. (mik/lyo)