Dua Kasus Dugaan Korupsi Dilimpahkan Kejaksanaan

MALANG - Polres Malang Kota melimpahkan dua kasus dugaan korupsi ke Kejaksaan Negeri Malang. Yakni penyemiran jalan di Pandanwangi dan pavingisasi dengan kerugian mencapai ratusan juta. Khusus dugaan korupsi penyemiran jalan di Pandanwangi sudah hampir P.21 (lengkap).
Hal tersebut dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Arief Kristanto SH SIK kepada Malang Post, kemarin. Dalam dugaan korupsi tersebut, Polres sudah menetapkan tersangka RM selaku direktur rekanan EKJ. Hal itu melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang cukup lama.“Berkas sudah kita kirim, tinggal menunggu kabar dari kejaksaan,” tegas Arief kepada Malang Post.
Sesuai data terakhir, proses pemberkasan di kejaksaan masih dalam posisi P.19. Namun, Polres sendiri sudah mengirimkan berkas terakhir dan tinggal menunggu pernyataan P.21 dari Kejaksaan. Dalam kasus ini, dugaan kerugian negara sekitar Rp 52 juta mencakup nilai proyek tersebut.“Panjang jalan sekitar 400 meter, di kawasan Pandanwangi itu,” imbuhnya.
Modus dalam kasus tersebut, tersangka melakukan markup nilai proyek. Ini dianggap merugikan APBD Provinsi Jawa Timur. Hal itu modusnya hampir sama dengan proyek pavingisasi yang merugikan negara sekitar Rp 100 juta.
“Proyek itu dulu merupakan pengajuan dari masyarakat, kemudian disetujui provinsi,” jelasnya.
Dalam apel di halaman Mapolres Malang Kota, Kapolres AKBP Totok Suhariyanto sudah menyebutkan kasus itu. Di hadapan anggotanya, Totok menegaskan bahwa telah melimpahkan dua perkara korupsi. Hal itu sesuai dengan penyidikan yang dilakukan anggota sejak sekitar bulan Oktober.
“Posisi terakhir P.19, sudah kita limpahkan pavingisasi dan penyemiran,” tegas pria ramah ini.
Ini merupakan kasus korupsi yang dilimpahkan Polisi. Sedangkan untuk jembatan Kedungkandang, prosesnya belum selesai. Sebagaimana diberitakan Malang Post sebelumnya, dalam perkara Kedungkandang, Polisi juga ikut menggelar pulbaket.(ary/nug)