Diperiksa Polisi, Sugiyanto Bantah Mengeroyok

KEPANJEN – Setelah sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan pertama, anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Partai Golkar Sugiyanto, akhirnya mendatangi Polres Malang, Kamis (12/12) malam. Sugik sapaan akrabnya, datang atas kehendaknya sendiri, sebelum surat panggilan pemeriksaan kedua dilayangkan. Dia diperiksa terkait tuduhan pengeroyokan yang dilaporkan seorang korbannya yakni Untung, 48 tahun warga Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan, pada Oktober lalu.
“Untuk Sugik (Sugiyanto, red) sudah kami mintai keterangan, semalam (Kamis malam, red). Dia datang sendiri menemui penyidik, setelah pulang dari Jakarta,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK.
Menurut mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, Sugik datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi sekitar pukul 19.00 WIB. Dia kemudian diperiksa di ruang Unit Idik III Reskrim Polres Malang. Pemeriksaan terkait tuduhan pengeroyokan yang diarahkan kepadanya.
“Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada Sugik dalam pemeriksaan. Inti pertanyaanya tentang tuduhan pengeroyokan. Namun dalam pemeriksaan, yang bersangkutan mengelak tuduhan tersebut,” katanya.
Setelah pemeriksaan Sugik ini selesai, selanjutnya penyidik akan memanggil beberapa orang saksi lagi. Karena dalam pemeriksaan itu, Sugik menyebutkan beberapa nama yang dikatakan mengetahui kejadian sebenarnya. “Untuk saksi-saksi lain, secepatnya akan kami panggil. Karena kami berharap kasus tuduhan pengeroyokan ini, bisa segera dituntaskan,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sugiyanto dipanggil penyidik Reskrim Polres Malang, terkait tuduhan pengeroyokan yang dilakukannya. Dia dilaporkan oleh Untung, 48 tahun, warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, pada Oktober lalu karena telah menganiayanya. Penganiayaan dilakukan di depan warung kopi Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Sugik pun sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.(agp/lim)