Dua Pemuda Songgokerto Diciduk Bersama Penyanyi

NYABU BARENG: Tersangka sabu dan pengedar pil double L diamankan di Mapolres Batu.

BATU - Kebangeten, kamar kos tidak hanya dipergunakan berkencan, melainkan juga pesta sabu-sabu (SS). Itulah yang dilakukan sepasang kekasih, Sogol Dwianto, warga Jalan Trunojoyo I Gg Matahari, Kelurahan Somggokerto, Kota Batu, dan Heny Pertiwi, warga Kaligondo, Kecamatan Dau. Beruntung, keduanya yang Kamis (12/12) malam lalu berada di kamar kos Heny di Jalan Patimura RW08 Kelurahan Temas, itu tak digeropyok warga melainkan digerebek petugas Satnarkoba Polres Batu.  Menariknya, di kamar itu polisi juga meringkus Dicky Stevandy, warga Jalan Flmboyan Atas Kelurahan Songgokerto, yang diduga bandar pil koplo. Praktis,  sekali dayung dapat tiga tangkapan.
“Tersangka Heny Pertiwi, yang kesehariannya berprofesi sebagai penyanyi freelance memang kos di kamar itu. Dan kebetulan malam itu, Sogol dan Dicky berada dalam satu kamar dengan Heny,” terang Kasat Narkoba, AKP Djaelani, SH mendampingi Kapolres Batu, dikonfirmasi tadi malam. Barang bukti yang disita polisi pun lumayan. Yakni, sepoket SS (4,46 gram), ganja 37,49 gram, uang Rp 1.678.000, dompet hitam, pipet  dan kantung plastik kecil, seperangkat alat isap, gunting dan 5 buah HP. Sedangkan dari pengedar pil koplo, polisi mengamankan 2.028 butir double L.
“Dari pengakuan tersangka, SS itu dibeli dari bandar berinisial H asal Mojokerto. Kami sekarang sedang memburunya untuk mengembangkan kasus ini. Sedangkan tersangka bandar pil koplo, malam itu hendak transaksi dengan calon pembelinya, namun keburu ditangkap,” tambah Kasubag Humas Polres Batu, AKP M Yantofan. Dijelaskannya, Sogol dan Heny dijerat pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun. Sedangkan Dicky, disangka dengan UU Nomor 36 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 5 tahun.  
Bila merujuk profesi Heny sebagai penyanyi freelance, apakah dia yang mengajari Sogol nyabu? AKP Djaelani membantahnya. Dari hasil pemeriksaan, justru Sogol yang ngajari pacarnya itu menikmati serbuk krital mematikan itu. Disisi lain, Yantofan mengingatkan kepada warga yang selama ini menyewakan kamar-kamar rumahnya, untuk lebih hati-hati dengan calon penyewanya agar tidak dipergunakan melakukan tindakan melawan hukum. “Sebaiknya para pemilik kos-kosan ataupun villa lebih jeli dan mengetahui latar belakang calon penghuninya. Supaya tidak terjadi seperti kasus tersebut,” harapnya. (mik/lyo)