Senyuman Membawa Bogem

Tersangka Mulyono (Tengah) saat diperiksa Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Untung kemarin

SINGOSARI- Hanya gara-gara senyuman, membuat Mulyono, 42 tahun, warga Dusun Tanjung RT 1 RW 7 Desa Banjararum Kecamatan Singosari nekat melakukan penganiayaan terhadap rekan kerja istrinya. Akibatnya, tersangka sejak Kamis (12/13) mendekam di balik jeruji Polsek Singosari untuk mempertanggungjawabkan ulahnya.
Mulyono dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, ancaman hukuman kurungan penjara lebih dari lima tahun. “Tersangka kami tangkap di rumahnya. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya tersebut,“ ujar Kapolsek Singosari AKP Deky Hermansyah kepada Malang Post kemarin.
 Informasi yang berhasil dihimpun, penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka terjadi Selasa (10/12). Awalnya, sekitar pukul 15.00 WIB, tersangka saat itu memakai sepeda motor berniat menjemput istrinnya yang bekerja di PT Artawena yang terletak di Dusun Ngembrung, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari.
Setelah istrinya keluar tempat kerja, mereka berdua kemudian pulang. Ditengah perjalanan mendekati Jalan Raya Karanglo, kendaraan mereka berpapasan dengan korban Budi Santoso, 43 tahun warga Jalan Polowijen Blimbing Kota Malang. Karena berpapasan itulah, korban menyapa dengan seyuman kepada istri tersangka.
Senyuman sapa itu diberikan korban, karena bekerja di tempat yang sama dengan istri tersangka. Tak terima dengan tingkah laku korban, membuat tersangka naik pitam. Kemudian tersangka menghentikan sepeda motor korban dan bilang “Ngapain kamu senyam senyum kepada istri saya,“. Ujarnya saat itu.
Belum sempat menjawab, korban lalu dipukul kepala bagian belakangnya oleh tersangka menggunakan helm. Akibatnya, keeseokan harinya saat bekerja, korban pingsan dan harus mendapatkan perawatan intensif. Selain itu, hasil diagnosa dari dokter yang menanganinya, korban mengalami gegar otak ringan akibat pukulan itu.
Atas kejadian itu, keluarga korban melaporkan tersangka ke Polsek Karangploso yang kemudian dilimpahkan ke Polsek Singosari, lantaran TKP terjadi di wilayah itu.
Sementara itu, tersangka mengaku khilaf dan cemburu saat istri tercinta mendapat senyuman dari pria yang ia tidak dikenalnya. “Saat itu saya memang sedang emosi. Kalau jadinya begini, saya tidak mungkin melakukannya,“ kata Muyono dihadapan penyidik Unit Reskrim Polsek Singosari yang memeriksanya kemarin. (big/aim)