112 Teman Fikri Diperiksa

MALANG – Polisi mengambil langkah cepat dalam penyelidikan kasus kematian mahasiswa ITN Malang, Fikri Dolasmantya Surya. Pagi ini, tim khusus dari Polres Malang yang ditunjuk menangani kasus ini, akan memeriksa 112 mahasiswa baru (Maba). Pemeriksaan saksi skala besar ini akan ditempatkan di kampus ITN Malang.
Pernyataan itu disampaikan Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri Elfiandani, ketika dikonfirmasi sore kemarin. Mantan Kapolsek Pakisaji ini, menyatakan bahwa pagi ini mulai pukul 07.00, polisi akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi mahasiswa baru teman Fikri yang ikut dalam kegiatan ospek.
“Pemeriksaan 112 mahasiswa baru yang menjadi saksi ini, setelah tim khusus Polres Malang melakukan gelar perkara hasil di kantor Bakorwil Malang,” ujar Ni Nyoman Sri Elfiandani.
Gelar perkara yang dilanjutkan dengan rencana pemeriksaan 112 Maba itu, setelah sebelumnya Polres Malang memeriksa saksi-saksi. Diantaranya adalah saksi mahasiswa senior (Fendem) yang menjadi panitia dalam kegiatan Kemah Bakti Desa (KBD) di Pantai Goa Cina Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Serta keterangan saksi petugas keamanan Pantai Goa Cina, Muryono.
Muryono yang merupakan saksi kunci peristiwa kekerasan yang dialami Fikri, diperiksa penyidik Reskrim Polres Malang Sabtu (14/12) malam. Saat dikonfirmasi via telepon, Muryono mengaku diperiksa sekitar selama tiga jam. Mulai pukul 19.00 sampai pukul 22.00.
“Ada sekitar 15 pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepada saya. Inti pertanyaan apakah saya mengetahui kejadian kekerasan terhadap korban Fikri,” tutur Muryono.
Dalam keterangannya, Muryono membeberkan semua apa yang dilihat dengan kedua mata sendiri. Saat itu hari Kamis (10/10) dia melihat Fikri dianiaya oleh tiga mahasiswa senior. Satu orang membanting tubuh Fikri sampai terjatuh, kemudian dua orang lagi memukul dan menendang tubuh Fikri yang jatuh tersungkur.
“Siapa yang memukuli saya tidak mengenal. Yang saya kenal hanya Natalia Damayanti, yang saat itu menyaksikan penganiayaan terhadap Fikri. Saya tahu persis karena jarak saya tidak jauh. Dan bahkan saya sempat menanyakan kenapa dipukuli, dijawab Natalia karena membuang nasi,” jelas Muryono.
Selain dirinya, lanjut Muryono, sebetulnya ada satu saksi lagi yang melihat kejadian pemukulan. Dia adalah Sih Pantrimo, yang merupakan tukang parkir di Pantai Goa Cina. “Sih Pantrimo ini justru mengetahui dua kali kejadian. Dia mengetahui karena juga saya minta untuk mengawasi kegiatan mahasiswa itu. Dia sebelumnya juga sudah dimintai keterangan polisi,” terangnya.(agp/aim)