Bocah SD Tenggelam di Kolam Renang Yon Zipur

DUKA : Rumah duka korban yang dipenuhi dengan pelayat. Serta kedua orangtua korban yang terlihat shock.

KEPANJEN – Suasana duka menyelimuti keluarga Abdul Rokim dan Luluk, warga Desa Sengguruh, RT 07 RW 01, Kepanjen, kemarin siang. Anak sulung dari dua bersaudaranya, yakni Rizal Alfin Alfauzan, meninggal dunia. Bocah berusia 10 tahun tersebut, tewas setelah tenggelam di kolam renang umum yang ada di area Yon Zipur V Kepanjen.
“Ketika ditolong korban masih hidup dan dibawa ke rumah sakit Kepanjen (RSUD Kanjuruhan Kepanjen). Tetapi dalam perawatan korban meninggal dunia,” ujar Kepala Desa Sengguruh, Heri Purnomo, saat ditemui di rumah duka.
Informasi yang diperoleh, pagi sekitar pukul 08.30, korban yang merupakan siswa kelas IV SD Negeri 4 Panggungrejo – Kepanjen ini, berangkat renang bersama Bima Putra Prayoga, 12 tahun, paman (adik ibu kandung korban). Keduanya berangkat naik sepeda ontel menuju kolam renang umum yang ada di dalam area Yon Zipur V Kepanjen.
“Kolam renangnya memang dibuka umum. Kolam renangnya ada dua, khusus untuk anak-anak serta untuk dewasa yang dalamnya sekitar 2 meter lebih,” tutur tetangga korban yang juga dibenarkan Heri.
Setiba di kolam renang, Alfin serta Bima langsung renang. Awalnya mereka berenang di kolam renang khusus anak-anak. Sekitar pukul 10.00, setelah cukup lama berenang Bima mengajak korban (keponakannya) pulang karena sudah siang.
Tetapi korban tidak mau pulang karena masih asyik berenang. Sembari menunggu keponakannya renang, Bima duduk menepi di pinggir kolam. Sementara korban yang tanpa pengawasan, langsung mencebur ke kolam renang khusus orang dewasa.
Karena tidak bisa berenang, begitu mencebur korban tidak kunjung muncul ke permukaan air. Karena lama tidak muncul, Bima lalu meminta tolong pengunjung sekaligus penjaga kolam renang. Ketika ditolong dan diangkat, nyawa Alfin masih ada namun kondisinya sudah tidak sadarkan diri. Dia lalu dibawa ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Tetapi dalam perawatan, sekitar pukul 10.30 nyawanya keburu melayang.
Keluarga korban yang diberitahu kejadian itu langsung shock. Terlebih setelah kedatangan jenazah korban di rumah duka. Abdul Rokim, ayah korban langsung pingsan beberapa kali. Sementara Luluk, ibunya yang cukup terpukul juga terlihat shock. Bahkan, Luluk mengigau kalau anaknya masih hidup dengan mendekap bantal dan menyangka itu anaknya Alfin.
Sementara itu, pihak Yon Zipur V Kepanjen masih belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian itu. Ketika Malang Post datang ke Yon Zipur V Kepanjen untuk konfirmasi, tidak ada perwira satu pun. Namun salah satu petugas jaga piket, membenarkan kalau ada kolam renang umum.
“Maaf mas, pimpinan sedang ada keperluan dinas. Saya sendiri tidak berani memberikan penjelasan karena takut salah. Apalagi saya juga baru saja menggantikan yang jaga piket. Kalau kolam renang memang ada dibuka umum,” tutur salah satu petugas jaga piket Yon Zipur V Kepanjen.(agp/aim)