Mantan Perangkat Desa Gugat Kades Ketindan

LAWANG- Empat orang mantan perangkat Desa Ketindan, Lawang menggugat Kepala Desa (Kades) Artining. Mereka yakni mantan Kaur Umum Fery Puji Lestari, 30 tahun, warga Jalan Argotirto V Desa Ketindan Lawang, mantan Kaur Pemerintahan Wiwik Agus Santi, 39 tahun, warga Gubug Tegalrejo, Desa Ketindan Lawang, mantan Kaur Pembangunan Saiful Karim, 46 tahun, warga Jalan Singomulyo, Desa Ketindan Lawang dan mantan Kamituwo Suciono, 37 tahun, warga Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan Lawang.  Menurut Syaifulloh, SH, kuasa hukum mereka, Kades Artining dianggap sewenang-wenang melakukan pemecatan tanpa alasan yang jelas.
“Padahal, sebelum mereka diangkat sebagai perangkat desa, sudah mengikuti tes yang diadakan panitia pemilihan perangkat desa,” terangnya dikonfirmasi semalam. Dikatakannya, empat kliennya tersebut tidak pernah mengabaikan tugas yang diberikan. “Jadi pemecatan itu tidak ada dasar hukumnya sama sekali. Kami malah mencurigai, pemecatan ini juga berhubungan dengan kenetralan para klien saya saat pemilihan kepala desa,” ungkap dia. Syaifulloh mengaku bila pihaknya mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Kabupaten Malang dan  PTUN Surabaya, bulan Agustus lalu.
“Namun yang gugatan perdata, kami cabut karena perkara ini merupakan ranah PTUN Surabaya. Hingga sekarang masih proses,” tegasnya. Isi gugatan, masih menurut dia, meminta pembatalan SK pemecatan terhadap empat kliennya dan pembatalan pengangkatan empat perangkat desa baru. “Meskipun pengangkatan perangkat desa baru sudah ada persetujuan dari Pemkab Malang, tapi bagi kami, pengangkatan itu cacat secara hukum,” pungkas dia. Sementara itu, Wahab Adhinegoro, SH, MH, kuasa hukum Artining menjelaskan bila tudingan empat orang mantan perangkat desa tersebut salah.
“Yang jelas, keempatnya sering tidak masuk kerja sejak zaman Darto, Kades Ketindan sebelumnya. Saat ditegur secara lisan agar bekerja lebih baik, mereka malah mengajukan pengunduran diri melalui Lembaga Musyawarah Desa (LMD),” paparnya. Dari sanalah, lantas dibuatkan berita acara pengunduran diri. Ketua DPD Ikadin Jatim ini mengungkapkan, Kades Artining yang mendapat surat pengunduran diri ini, akhirnya membuatkan SK pemberhentian.  “Ada bukti melalui buku absen di kantor desa yang menunjukkan bila keempatnya sering mangkir dari kerja,” paparnya.
Wahab, sapaannya mengaku bila kliennya kecewa tudingan beberapa masyarakat yang mengatakan dianggap sewenang-senang dalam memberhentikan empat orang tersebut. “Kades ingin masyarakat terlayani oleh perangkat desanya dengan baik. Tapi mereka sudah nyata-nyata tidak melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan cara mangkir dari pekerjaan,” urai dia. Termasuk membawa nama harum desanya dalam berbagai lomba tingkat provinsi hingga nasional, seperti yang pernah ditorehkan kades yang lama. “Dasar pemecatan pasti ada. Kita layani saja gugatan ke PTUN yang sudah terlambat lebih dari 90 hari,” tutupnya. (mar)