Pengedar Narkoba dan Dua Mahasiswa NTT Dibekuk

NARKOBA: Dua mahasiswa PTS asal NTT dan seorang pengedar narkoba ditunjukkan dengan barang buktinya.

MALANG -  Berulangkali masuk penjara, tidak membuat Suprapto, 46 tahun, warga Jalan Tlogomas Malang kapok. Buktinya, dia kembali ditangkap polisi karena menjadi pengedar narkoba di kota Malang, akhir pekan kemarin. Dia ditangkap anggota Satreskoba Polres Malang Kota setelah namanya dicokot oleh dua mahasiswa PTS di Malang asal NTT, yakni Fathul, 19 tahun, tinggal di Jalan Tirta Rona, Landungsari, Dau dan Hadi, 20 tahun, tinggal di Jalan Mulyadi, Desa Mulyoagung, Dau.
Dari penangkapan ini, polisi menyita dua poket kecil SS dan satu poket ganja. Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH, kali pertama petugas menangkap Fathul dan Hadi di salah satu warung kawasan Jalan Soekarno Hatta Malang. “Kedua tersangka, HD (Hadi) dan HK (Fathul) baru saja selesai pesta SS. Saat ditangkap, mereka mengaku menunggu temannya yang hendak ikut pesta narkoba di tempat lain,” terangnya. Saat digeledah, polisi menemukan dua poket SS di saku celana Hadi.
“Dalam pemeriksaan, mereka mengaku patungan membeli SS dari tersangka SP (Suprapto) sebesar Rp 850.000.  Nama SP yang disebut kedua tersangka ini lantas diburu petugas ke toko miliknya di Jalan Raya Tlogomas,” lanjut dia. Mantan Kasatreskrim Polres Batu itu menerangkan, saat toko Suprapto digeledah, ditemukan satu poket ganja, alat isap atau bong dan beberapa klip plastik yang bisa digunakan sewaktu-waktu.  Prapto, panggilan akrab pengedar narkoba itu tidak dapat mengelak dan pasrah dibawa ke kantor polisi.
Catatan petugas, Prapto diketahui residivis dalam kasus narkoba dan perjudian. “Tahun 2005, dia dihukum 6 bulan 20 hari karena kasus narkoba, lalu tahun 2008 ditangkap karena menjadi bandar judi togel. Tahun 2010, tertangkap polisi lagi karena menjadi bandar judi online dan sekarang masuk sel karena narkoba. Khusus ‘barang’ narkoba yang didapat SP ini, sudah diketahui oleh anggota dan sekarang masih dalam penyelidikan,” tutup Dwiko. (mar)