Jajakan Kredit Bunga Rendah, Sikat Surat Rumah

Ketiga tersangka yakni Firman Hidayat, Irvan Catur dan Son Datan yang ditangkap Polisi setelah melancarkan aksi tipu menawarkan kredit bunga rendah.

SUMAWE - Kawanan pelaku penipuan dengan modus menggunakan salah satu perbankkan sebagai kedok, berhasil dibekuk Polsek Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Selasa kemarin. Dari penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan surat akte hibah berikut uang tunai Rp 10 juta yang diduga milik korban.
Termasuk, satu unit mobil Avanza N 1351 RH, yang digunakan sebagai sarana ketiga pelaku aksi penipuan. Adalah Firman Hidayat, 30 tahun warga Jalan Anggrek, Kelurahan Sukabumi-Kota Probolinggo, Irvan Catur Samaulana, 29 tahun dan Son Datan, 33 tahun, keduanya warga Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, yang berhasil ditangkap petugas secara bersamaan di Jalan Raya Kecamatan Turen. Ketiganya, diketahui usai melancarkan aksi terhadap korbannya, Sukarni Trijayanti, 56 tahun Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumawe.
 “Ketiga berhasil ditangkap dengan cepat, setelah pihak keluarga korban mengadukan perkara sesaat usai kejadian. Dari identitas pelaku, petugas langsung mencoba menghentikan pelaku di Jalan Raya Sumawe. Namun, karena pelaku melaju dengan kencang, akhirnya baru berhasil dilakukan penangkapan di Turen oleh petugas di sana,” kata Kapolsek Sumawe, AKP Farid Fathoni.
Diterangkan mantan Kapolsek Pakisaji itu, peristiwa bermula ketika tiga pelaku yang menggunakan mobil itu mendatangi rumah Sukarni. Dengan mengaku sebagai petugas lapangan dari salah satu bank plat merah, mereka berpura-pura menawarkan pinjaman lunak dengan bunga rendah yakni 0,7 persen. Pinjaman yang diberikan itu, dengan alasan karena bank tengah melakukan promo akhir tahun dan bisa meminjam sebesar Rp 100 juta.
“Untuk meyakinkan korbannya, tidak ketinggalan pelaku juga mengenakan pakaian batik dan mengenakan tanda pengenal di saku luar,” terang Farid.
Dengan sesekali dibubuhi bujuk rayuan, korban pun akhirnya tertarik. Karenanya, pelaku pun menjelaskan agar si peminjam atau korban memberikan surat jaminan.
“Tanpa curiga, korban selanjutnya memberikan akte hibah,” tambahnya.
Setelah usaha pertamanya berhasil, ungkap Farid, pelaku pun kemudian menjelaskan kepada korban, bahwa pinjaman akan dicairkan dengan cepat ketika peminjam memiliki simpanan di Bank Mandiri sebesar Rp 10 juta. Karenanya, pelaku pun meminta korban untuk menyimpan uangnya di bank dan selanjutnya esok atau Kamis, uang pinjaman akan diantarkan berikut mengambil kekurangan persyaratan.
“Hingga korban menyerahkan uang tunai Rp 10 juta, saat itu masih belum menyangka kalau ditipu,” paparnya.
Aksi penipuan baru terbongkar, terang Farid, sesaat setelah kawanan pelaku meninggalkan lokasi. Anak korban yakni Maryono, 36 tahun, pulang ke rumah ibunya dan mendapat cerita mengenai pinjaman. Curiga kalau keluarganya ditipu, saksi selanjutnya meminta surat tanda terima bukti penyerahan yang biasa diberikan kepada peminjam. Hanya saja, saat itu tidak ada sehingga langsung menghubungi petugas.
“Dari identitas pelaku yang menggunakan mobil itulah, selanjutnya bisa dilakukan penangkapan dengan cepat,” ujarnya seraya mengatakan kalau aksi pelaku sudah 10 kali dilakukan di kawasan Jember, Probolinggo dan Lumajang. (sit/aim)