Bocah Dicabuli, Terlapor Meninggal

BATU- Dugaan kasus pencabulan yang sedang ditangani Polres Batu, sempat dikeluhkan pihak keluarga korban lantaran sudah sebulan ini tersangkanya tak kunjung diperiksa. Pihak Polres beralasan, kasus seperti itu tidak cukup dengan visum, tetapi diperlukan saksi-saksi. Menariknya, ada informasi bahwa terlapor justru telah meninggal dunia sebelum diperiksa.
Kasus pencabulan itu sendiri diadukan oleh ortangtua Cmr, 6 tahun diduga dicabuli tetangganya berinisial S berusia 50 tahun warga Dusun Ngaderejo Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, 20 November lalu. Awalnya, terlapor memanggil Cmr yang sedang bermain di teras rumahnya untuk diajak masuk kamar. Dan di dalam kamar itulah, sesuai pengaduan ke polisi, korban ngaku dicabuli.
Orangtua korban curiga, ketika melihat sang anak kesakitan saat buang air kecil. Kemudian, korban di bawah ke Rumah Sakit Dr Etik Desa Pesanggrahan Kota Batu. Hasil pemeriksaan menyebutkan, bahwa alat kelamin korban sobek akibat benda tumpul.
” Keponakan saya ngaku digauli S sebanyak dua kali,’’ungkap Nursetiawati, tante korban Kamis kemarin.
Responnya orangtua korban ngadu ke polisi, namun hingga kini dikatakan belum ada penangananan serius.” Karena itu, orangtua korban kembali datang ke Polres mempertanyakan kelanjutan kasus tersebut,’’tambah warga dusun setempat.
Dari informasi yang dihimpung Malang Post, S justru kemarin meninggal dunia setelah jatuh di kamar mandi. ’’ Padahal sebelum berangkat ke sini, kami masih melihat S menggendong cucunya,”ujar ayah korban.
Kasubag Humas Polres Batu, M. Yantofan mengatakan, kasus seperti itu tidak semudah menangani kasus-kasus lain. Sebab, diperlukan saksi-saksi termasuk saksi ahli maupun hasil visum.” Memang visum dari RS umum tidak menyentuh terlalu mendatail, tapi dokter dari Polres pasti lebih rinci dan jeli. Kami juga mendapat kabar, bahwa terlapor telah meninggal dunia, sehingga kasus ini secara otomatis tak bisa dilanjutkan,’’paparnya. (mik/lyo)