Shofwan Diperiksa 4 Jam, Dicerca 28 Pertanyaan

MALANG - Sekda Kota Malang, HM Shofwan, benar-benar bersikap kooperatif, dengan menghadiri undangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, kemarin.
Ketua Tim Anggaran Kota Malang ini, dicecar sekitar 28 pertanyaan oleh penyelidik Kejari. Shofwan memberikan penjelasan soal anggaran. Terutama terkait pengadaan lahan RSUD Kota Malang.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang ini, datang ke gedung Kejari di Jalan Simpang Panji Suroso no. 5 sekitar pukul 08.00. Begitu turun dari mobil silver miliknya, tampak kemeja batik yang dia kenakan. Shofwan, kemudian masuk ke gedung kejaksaan tanpa didampingi siapapun.
Pemeriksaan terhadap PNS nomor satu di jajaran Pemkot Malang ini, dilakukan di ruang Kasi Intel Jaumil Aupahsyah SH. Proses pemberian keterangan oleh Shofwan sendiri, berlangsung sekitar empat jam. Shofwan baru keluar dari ruang Kasi Intel, ketika waktu mendekati pukul 12.00.
Tanpa sepatah katapun, pria itu langsung bergegas ke arah mobil silvernya. Wartawan yang mencoba mengorek keterangan darinya, tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
Kedatangan Shofwan ini, diharapkan mampu membantu Kejaksaan menelusuri dugaan mark up pengadaan lahan RSUD Kota Malang.
‘’Pak Shofwan mendapatkan 28 pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan, terus berkembang di ruang Kasi Intel Jaumil,’’ ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Malang Munasim SH MH kepada, Malang Post.
Sejak Munasim menjabat sebagai Kajari, ini baru pertama kali mendatangkan Sekkota dalam kaitan penyelidikan dugaan korupsi. Munasim sendiri mengaku akan menunggu ekspose dari tim penyelidik yang diketuai Jaumil Aupahsyah. Hasil ekspose nantinya akan dianalisa.
‘’Nanti akan dianalisa. Yang jelas Pak Shofwan sudah kooperatif karena menghadiri undangan dari kami,’’ jelas mantan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Babel tersebut.
Menurut dia, seharusnya Shofwan dimintai keterangan hingga pukul 10.00. Hanya saja, pertanyaan dari penyelidik terus berkembang dan bertambah. Pihaknya masih menunggu hasil analisa, apakah perlu mendatangkan Shofwan lagi, terkait dugaan kasus korupsi itu.
‘’Kita masih membutuhkan keterangan dari anggota Badan Anggaran dan Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Arief Wahyudi,’’ imbuhnya.
Arief sendiri juga sudah menghubungi Kejaksaan bahwa dirinya berhalangan hadir. Namun, kata Munasim, Arief memastikan pihaknya siap membantu Kejaksaan dalam proses tersebut.
‘’Saya akan utus tim untuk datang saja ke Pak Arief untuk mempermudah prosesnya. Beliau menjawab siap untuk membantu,’’ urai Munasim.
Munasim sendiri berjanji, pihaknya tak terpengaruh pihak manapun. Bahkan jika ada pressure dari pers, kiai maupun Wali Kota Malang. Dalam proses penyelidikan dugaan mark up lahan RSUD, Munasim menegaskan belum mendapat tekanan.
‘’Seperti pernah saya bilang, kalau yuridis memang harus ditingkatkan ya ditingkatkan. Saya tidak bisa ditekan sama siapapun,’’ terangnya.
Pihaknya, mengaku memiliki panduan profesional dalam menjalankan tugasnya. Bahwa Kejaksaan akan memberikan kepastian hukum di Kota Malang. Dalam menjalankan tugas, Munasim mengaku terinspirasi tausiah dari Gus Lukman Alkarim pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh.
‘’Pada peringatan hari Anti Korupsi, Gus Lukman memberi tausiah di Kejari. Kejaksaan harus menjalankan tugas sesuai koridor. Saya sangat hormat kepada beliau. Saya tak akan terpengaruh pressure, karena saya bukan pejabat politik,’’ tandasnya. (ary)