Penetapan Tersangka “Ospek Maut” Tunggu Saksi Ahli

Gelar Perkara di Polda Jatim
KEPANJEN - Janji penyidik Polres Malang bakal menetapkan tersangka usai pemeriksaan panitia kegiatan pengenalan jurusan mahasiswa baru (PJMB) ITN pada 9-12 Oktober lalu, sepertinya akan kembali menunggu. Masalahnya, penyidik menilai ada beberapa saksi tambahan yang perlu diperiksa untuk melengkapi penyelidikan dugaan meninggalnya, Fikri Dolasmantya Surya akibat dugaan kekerasan seniornya selama kegiatan PJMB.
“Untuk penetapan tersangka meninggalnya Fikri, penyidik masih belum melakukan. Dengan pertimbangan ada beberapa saksi yang perlu diperiksa keterangannya. Diantaranya, seperti dosen dari jurusan Planologi ITN Malang hingga saksi ahli,” kata Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta.
Disinggung mengenai saksi ahli yang akan dimintai keterangan, yakni pihak-pihak yang dianggap berkompeten dalam menyikapi kejadian itu. Seperti prosedur pelaksanaan Maba, apakah dari Diknas (Dikti) atau Kopertes (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta). Atau saksi ahli itu, bisa dari tim kesehatan mengenai ciri-ciri orang mengalami dehidrasi.
“Saksi ahli dalam kejadian ini sangat diperlukan. Makanya, akan dilakukan pemeriksaan pula,” tambahnya.
Saat pemeriksaan rampung, Polres akan menyikapinya dengan pembentukan rekronstruksi dari hasil pemeriksaan. Hasil ini, akan digelar di Mapolda Jatim, untuk selanjutnya akan diketahui siapa tersangka dari kejadian yang mengakibatkan Fikri meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan akan digelar di Polda Jatim. Berdasarkan keterangan dan bukti-bukti yang ada, barulah melangkah ke penentuan tersangka,” paparnya.
Ditambahkannya, Jumat kemarin merupakan pemeriksaan terakhir terhadap panitia yang berjumlah total sekitar 101 orang. Sebelumnya, penyidik juga meminta keterangan mahasiswa baru sekitar 114 orang. Termasuk, keterangan beberapa masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan pengenalan juruan di Goa Cina, Sumbermanjing Wetan. (sit/aim)