Polisi Konfrotir Saksi Dua Kubu

KEPANJEN – Polres Malang sampai saat ini masih belum menetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan yang melibatkan salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang, Sugiyanto. Sekalipun politisi dari Fraksi Partai Golkar (FPG) yang dijadikan terlapor dalam perkara tersebut sudah dimintai keterangan penyidik Reskrim.
“Kami masih belum menetapkan tersangka, karena saat ini masih mendalami kasusnya. Dan Sugiyanto saat diperiksa dulu kapasitasnya masih sebatas saksi,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman, SIK.
Menurut mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, belum ditetapkannya Sugik sapaan akrab Sugiyanto itu, karena ada dua pernyataan yang bertentangan. Kubu Untung, korban pengeroyokan sekaligus pelapor dan saksi-saksi lainnya mengatakan bahwa Sugik CS memang melakukan pengeroyokan.
Sementara kubu Sugik serta saksi-saksinya dalam keterangan kepada penyidik Reskrim ketika diperiksa mengatakan tidak ada tindak kekerasan.
 “Keterangan yang disampaikan para saksi, baik dari kubu Untung dan Sugik keterangannya sama seperti sudah diatur sebelumnya,” ujarnya.
Karena keterangan korban dan terlapor yang tidak sama inilah, dalam waktu dekat penyidik Reskrim Polres Malang berencana akan memanggil para saksi untuk dikonfrontir. Selain itu, penyidik juga akan mencari saksi tambahan lain yang merupakan saksi netral.
Saksi tambahan tersebut adalah perangkat desa serta kepala desa (Kades). Hanya perangkat desa serta Kades mana, polisi masih belum mengutarakan dengan alasan untuk kepentingan penyelidikan. “Yang pasti akan ada tambahan saksi. Namun kapan saksi tersebut akan kami periksa, masih menunggu izin pemeriksaan dari Bupati Malang turun,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota FPG, Sugiyanto dilaporkan Untung ke Mapolres Malang. Sugiyanto dilaporkan Untung atas tuduhan pengeroyokan yang terjadi di warung kopi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Aksi itu berlangsung, diduga karena bermotif masalah penambangan pasir besi yang ada Gedangan.(agp/aim)