Dipanggil, Rektor Mangkir

KEPANJEN – Penyidik Reskrim Polres Malang, kembali memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kasus kematian mahasiswa ITN, Fikri Dolasmantya Surya. Dari enam orang saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan, hanya empat saksi saja yang kemarin datang memenuhi panggilan.
Sementara dua saksi lain yang mangkir. Yaitu Rektor ITN Malang, Soeparno Djiwo MT dan Sekretaris Jurusan (Sekjur) Planologi, Arief Setiyawan.
‘’Seharusnya sesuai surat panggilan yang kami kirimkan, ada enam orang saksi yang kami panggil untuk dimintai keterangan. Tetapi baru empat yang datang memenuhi panggilan dan kami periksa hari ini (kemarin, Red.),’’ ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman, kepada Malang Post, kemarin.
Menurutnya, Soeparno Djiwo, tidak datang memenuhi panggilan penyidik, berdalih karena ada kegiatan dinas. Selain itu dia juga beralasan masih menyiapkan berkas-berkas.
‘’Namun yang bersangkutan menjanjikan siap dimintai keterangan pada Kamis (26/12) nanti, tanpa harus melayangkan surat pemanggilan kedua,’’ ujar Aldy.
Sedangkan Arief Setiyawan, tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena sedang berada di Solo. Sama seperti Soeparno, Arief juga berjanji hari ini setelah pulang dari Solo untuk urusan dinas, akan langsung datang ke Polres Malang untuk siap dimintai keterangan.
‘’Keduanya tidak bisa hadir masih bisa kami maklumi. Karena surat panggilan memang kami berikan sehari sebelumnya. Itu karena kami segera menyelesaikan kasus ini (kematian Fikri, Red.),’’ paparnya.
Sementara, lanjut mantan Tenaga Pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, empat saksi yang hadir memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan, diantaranya adalah Dosen Planologi yang juga bagian Kemahasiswaan, Hutomo Mustajab, panitia keamanan (Fendem) Irene, sie dokumentasi Mohek Matius serta seorang panitia (Fendem) Paulus Ridho Ivan S.
Mereka datang bersama-sama ke ruang Reskrim Polres Malang, pukul 08.30 tepat, sesuai waktu di surat panggilan. Setiba di Polres Malang, keempatnya langsung diperiksa secara terpisah di ruang tertutup.
Untuk Hutomo Mustajab, dimintai keterangan karena belum pernah diperiksa. Sedangkan untuk tiga saksi lainnya, adalah pemeriksaan tambahan atau lanjutan.
‘’Mereka ini kami mintai keterangan dengan kapasitas sebagai saksi. Inti pertanyaannya adalah terkait tugas dan tanggungjawab masing-masing saksi,’’ katanya.
Setelah pemeriksaan saksi-saksi tambahan ini selesai, dalam minggu ini Polres Malang juga akan memanggil beberapa saksi ahli untuk dimintai pendapat tentang kasus yang dialami Fikri Dolasmanta Surya.
Saksi ahli yang dimintai itu, diantaranya adalah saksi ahli pidana, saksi ahli forensik, saksi ahli gizi serta ahli kopertis. ‘’Siapa saja saksi ahli yang akan kami minta pendapat, masih kami rahasiakan. Yang jelas minggu ini mereka akan kami undang,’’ tegasnya. (agp/avi)