Distributor Ayam Dirampok Rp 100 Juta

MALANG POST - Perampokan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Malang. Kali ini, kawanan perampok menyatroni rumah Hariyanto, 35 tahun, warga Dusun Putukrejo RT 2 RW 3 Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, dini hari kemarin. Akibatnya, distributor daging ayam itu mengelami kerugian lebih dari Rp 100 juta.
Beberapa barang berharga yang digondol kawanan perampok tersebut antara lain, uang tunai Rp 87 juta, perhiasan emas seberat 50 gram, sebuah BlackBerry dan laptop.
‘’Olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan. Saat ini, kasus tersebut sedang kami selidiki,’’ ujar Kapolsek Jabung AKP Yatmo kepada Malang Post kemarin.
Perampokkan itu sendiri, terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, Hariyanto bersama istirinya Kiristina, 32 tahun, sedang tidur terlelap di dalam kamar. Sedangkan kedua buah hatinya, Putri Dian dan Nadin, tidur di kamar belakang.
Kawanan perampok itu, diduga sekitar 10 orang. Tujuh perampok masuk ke dalam rumah, setelah berhasil mencongkel jendela kamar depan, yang berbatasan langsung dengan teras. Sementara itu, tiga pelaku lainnya, berjaga-jaga di luar rumah.
Tujuh pelaku yang sudah berada di dalam, langsung mendobrak pintu kamar tidur Hariyanto. Sontak, keduanya terbangun dan kaget. Belum sempat minta tolong, mereka sudah diancam dan leher dikalungi
parang oleh salah seorang pelaku.
‘’Salah seorang pelaku berlogat Madura lalu bilang : cepat mana uangnya? Kamu taruh dimana? Uangnya saya buat makan,’’ ujar Hariyanto menirukan ancaman salah seorang pelaku.
Lantaran ketakutan, merekapun menunjukan uang senilai Rp 87 juta yang tersimpan di laci dalam lemari pakaian. Kemudian, seorang pelaku lainnya mengikat tangan kaki kedua korban menggunakan kawat bendrat. Sedangkan mata dan mulut kedua korban di tutup menggunakan lakban berwarna hitam.
‘’Saat disekap itu, pelaku bilang, awas kalau bergerak saya bunuh,’’ kata bapak dua orang anak ini kembali menirukan pelaku. Tak puas mengambil uang tunai Rp 87 juta, kawanan perampok tersebut mengambil beberapa barang berharga lainnya. Diantaranya perhiasan di dalam lemari, sebuah BlackBerry dan laptop di atas meja.
Kawanan perampok juga membawa kunci serta STNK sepeda motor dan mobil milik korban. Namun, kedua kendaraan tersebut tidak ikut digondol. ‘’Uang tunai Rp 87 juta itu, hasil penjualan daging ayam selama sepekan ini. Rencananya, mau saya simpan di bank pada hari ini (kemarin, Red.),’’ sesalnya.
Setelah puas menguras barang berharga milik korban, kawanan perampok tersebut ngacir lewat pintu depan ruang tamu. Sekitar pukul 04.30 wib,  anaknya Putri Dian yang terbangun, kaget kedua orangtuanya terlihat terikat. Sontakpun dia berteriak minta tolong kepada tetangga sekitar. Kemudian warga lainnya, berinisiatif melapor ke Polsek Jabung. (big/avi)