Balapan Liar Digerebek

DIAMANKAN: Sepeda motor yang berhasil diamankan polisi dari aksi balapan liar.

BATU - Polres Batu, mulai bertindak tegas dengan membubarkan balapan liar di sekitaran Stadion Brantas, Minggu dinihari kemarin. Aksi balap liar dengan raungan knalpot menyakitkan telinga itu, dianggap meresahkan masyarakat sekaligus membahayakan pengguna jalan lainnya.
Selain meresahkan, balapan liar itu juga mengganggu arus lalu lintas di sepanjang yang terhubung langsung dengan Jalan Sultan Agung (jalan kembar) itu. Menurut Kasat Lantas Polres Batu, AKP I Gusti Made Merta, selama ini balapan liar tersebut berlangsung setiap malam minggu. Bahkan, akibat aksi itu sering terjadi kecelakaan lalu lintas, parahnya di arena balapan itu juga disertai pesta miras.
"Oleh karenanya, kegiatan yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas ini, kami bubarkan, agar pengguna jalan lainnya tidak terancam saat berkendara," kata Made, sapaan akrabnya.
Pembubaran itu diantaranya dilakukan di Jalan Sultan Agung, Jalan Abdul Gani, dan sekitar Stadion Brantas."Jadi selain untuk kelancaran arus lalu lintas, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mencegah adanya tindak nekad para pemuda imbas balapan itu, semisal perkelahian antar kelompok," ujar Made.
Di Kota Batu sendiri, balap liar mayoritas masih dilakukan kalangan pelajar, terutama SMP dan SMA. Apalagi, surat-surat kendaraan mereka tidak lengkap, dan secara usia sesuai undang-undang masih belum diperbolehkan mengendarai kendaraan.
Made menyebut, dalam operasi tersebut pihaknya mengamankan 6 unit  kendaraan sepeda motor milik pembalap liar itu.” Nanti orangtua mereka kami panggil untuk diberi arahkan, agar lebih memberikan perhatian dan melarang anak-anaknya mengikuti balap liar,’’irainya. (mik/lyo)