Perampok Diduga Berasal dari Pasuruan

JABUNG - Tim gabungan Polres Malang dan Polsek Jabung, hingga kemarin tetap fokus melakukan penyelidikan terhadap kasus perampokan yang menimpa  Hariyanto, 35 tahun, warga Dusun Putukrejo RT02 RW03, Desa Kemantren, Jabung.  Mereka mencurigai, para perampok yang berjumlah 10 orang tersebut, sudah mengetahui kondisi rumah dan keluarga distributor ayam ini. Meski minim saksi dan informasi, namun polisi juga sudah mulai melakukan pelacakan terhadap kelompok-kelompok pelaku perampokan yang diduga kuat sudah keluar dari penjara.
“Kami mencurigai kawanan perampok ini berasal dari Pasuruan. Dari modus yang dilakukan hingga jumlah pelaku, ada kemiripan dengan pelaku-pelaku perampokan yang berasal dari sana,” tutur Kapolsek Jabung, AKP Yatmo, kemarin. Dia mengatakan, salah satu ciri kelompok perampok dari Nongkojajar, Pasuruan adalah menggunakan kawat bendrat dalam setiap beraksi. “Ada nama-nama yang sudah dicurigai, namun masih dalam penyelidikan anggota reskrim,” lanjut dia.
Daerah Nongkojajar, papar mantan Kanit I Idik Satreskrim Polres Malang itu adalah daerah yang masih ‘bertetangga; dengan TKP.  Selain alasan itu, logat bahasa yang digunakan oleh para pelaku saat melakukan perampokan sabgat kagok.  “Dari keterangan tiga saksi yang sudah kami periksa, logat bahasa Jawa yang digunakan sangat kaku. Termasuk  saat  berbicara dengan bahasa Indonesia, logatnya pun berasal dari Madura yang sementara ini masih kita hubungkan dengan hasil penyelidikan anggota serse di lapangan,” tegasnya.
Termasuk mencari kemiripan dengan perampokan yang menimpa Nasir, 45 tahun, warga Dusun Busu RT36 RW05, Desa Slamparejo, Jabung yang terjadi awal tahun lalu. Dia hanya menyayangkan, tidak ada keterangan saksi yang sedikit membantu untuk mencari tahu siapa pelakunya. Yatmo mengatakan, pihaknya masih memeriksa tiga saksi. Yakni pasangan suami istri Hariyanto dan Kristina serta seorang tetangga mereka, Rifa’i. “Saksi Rifa’i hanya mengetahui tetangganya dirampok sekitar pukul 05.00,” pungkas dia.   
Seperti diberitakan sebelumnya, kawanan perampok mendatangi rumah Hariyanto, Senin (23/12) dini hari. Beberapa barang berharga digondol. Yakni uang Rp 87 juta hasil penjualan daging selama seminggu, 50 gram perhiasan emas, BlackBerry dan satu unit laptop.  Para perampok beraksi ketiga satu keluarga ini tertidur lelap. Tujuh pelaku masuk ke dalam rumah, dengan cara mencongkel jendela kamar anak-anak dan tiga pelaku lainnya berjaga-jaga di luar rumah. (sit/mar)