Ngutil Pakan Ternak, Lima Karyawan Disel

MALANG – Pagar makan tanaman. Ungkapan itu setidaknya pas untuk kelima karyawan pakan ternak PT Wonokoyo di Kecamatan Jabung. Bagaimana tidak, sudah diberi pekerjaan enak, mereka justru membalasnya dengan menggelapkan puluhan sak pakan ternak. Imbasnya begitu perbuatannya terbongkar, kelimanya sejak  Selasa lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang.
Mereka berlima ditangkap petugas secara bersamaan di tempat kerjanya ketika bongkar muatan pakan ternak. Ketika diamankan, mereka mengakui semua perbuatannya. “Mereka kami tangkap setelah mendapat laporan dari pihak PT Wonokoyo. Begitu bukti kejahatan yang dilakukan kelimanya sudah lengkap, mereka langsung kami ringkus,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Kelima karyawan tersebut diantaranya, Ulam Winarko alias Eko, 33 tahun, warga Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, yang bekerja sebagai sopir truk. Darso, 43 tahun warga Desa Boro, Kecamatan Jabung, karyawan bongkar pakan. Supriyadi alias Jamil, 32 tahun, warga Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit yang juga sopir truk.
Kemudian Budiono, 49 tahun, warga Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, sopir truk serta Samad, 40 tahun, warga Desa Boro, Kecamatan Jabung, karyawan bongkar muatan. “Saya menggelapkan sak pakan ternak itu sudah 12 kali. Setiap kali menggelapkan sekitar 6 – 15 sak. Satu sak pakan ternak type P3ESA 18 itu saya jual seharga Rp 100 ribu kepada Arif. Uang hasil penjualan lalu saya bagi rata dengan teman-teman,” tutur tersangka Ulam Winarko alias Eko.
Sementara itu, penggelapan pakan ternak yang dilakukan kelima karyawan ini, dilakukan mulai pertengahan September sampai awal Desember 2013. Mereka mengaku melakukan penggelapan itu atas suruhan Vince, karyawan bagian pengecekan barang di gudang. “Kami disuruh Vince, namun kemana dia kami tidak tahu,” ujar kelima tersangka.
Modus penggelapan pakan ternak yang dilakukan mereka ini, ketika mengangkut ratusan sak pakan ternak dari PT Wonokoyo di Gempol – Pasuruan, untuk dibawa ke gudang pakan ternak di Kecamatan Jabung. Ketika perjalanan menuju ke Jabung, di tengah perjalanan wilayah Pasuruan, mereka menurunkan beberapa sak yang kemudian menjualnya kepada Arif, seorang penadah yang kini masih buron.
Setelah beberapa sak diturunkan dan sudah dibayar, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke gudang pakan ternak di Jabung untuk bongkar muatan. Sementara terbongkarnya penggelapan barang yang dilakukan lima karyawan ini, bermula dari pihak perusahaan yang melakukan audit. Hasil audit diketahui ada banyak sak pakan ternak yang hilang. Setelah diselidiki dan diketahui bahwa sak yang hilang digelapkan oleh kelima karyawan, pihak perusahaan lalu melaporkan ke petugas Polres Malang, hingga mereka diamankan.(agp/aim)