Tunggu Laporan Jaksa Penyidik

MALANG - Kejaksaan Negeri Malang masih menunggu hasil laporan jaksa penyidik terkait pemeriksaan mantan Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalal. Fasli telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan terkait dana hibah Dikti terhadap unikama sebesar Rp 3 miliar pada tahun 2008 silam.
Kepala Kejaksaan Negeri Malang Munasim SH MH menegaskan bahwa bisa jadi pihaknya mendatangkan Fasli kembali. Pejabat negara itu kini duduk sebagai Kepala BKKBN. Namun tetap kooperatif memenuhi undangan kejaksaan untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi Unikama.
“Pak Fasli itu sudah kita tanyai terkait posisinya ketika masih menjadi Dirjen Dikti, kita tanyai soal mekanisme pencairan anggaran, dan dimungkinkan kita datangkan lagi,” urai Munasim kepada Malang Post, kemarin.
Munasim sendiri mengaku masih menunggu laporan dari jaksa penyidik. Termasuk juga menunggu dari laporan  pengawas maupun tim monitoring proyek dari Dirjen Dikti. Sebab, hasil laporan itu juga bisa menjadi dasar untuk pengembangan  penyidikan.
“Jika kita anggap kurang maka bisa dimungkinkan untuk mendatangkan Pak Fasli, beliau kooperatif kok,” katanya.
Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan  gedung Unikama itu, Kejaksaan telah menetapkan dua tersangka. Antara lain mantan Rektor Unikma Amir Sutejo (AS) dan Pembantu Rektor (PR) I Unikama Parjito. Hanya saja, sampai detik ini salah satu tersangka belum memenuhi panggilan dari kejaksaan.
“Untuk tersangka AS sampai saat ini belum memenuhi panggilan dari Kejaksaan,” tegasnya.
Lantas bagaimana langkah kejaksaan? Munasim mengaku bakal melakukan pemanggilan kembali. Tentu hal itu diagendakan  setelah memasuki pergantian tahun.  Yang jelas, dugaan penyelewengan dana dikti sudah menemui titik terang.
“Akan terus kita dalami, setiap perkembangan tentu kita sampaikan,” tandas Munasim.
Dalam menangani kasus tersebut, Kejaksaan telah melakukan langkah-langkah serius. Dimulai dengan mengobok-obok rumah mantan rektor Unikama Amir Sutedjo. Bahkan yang terakhir juga mendatangkan mantan Dirjen Dikti Fasli Jalal dalam proses penyidikan.(ary/nug)