Setelah Gelar Perkara, Polisi Tetapkan Tersangka

Kematian Mahasiswa ITN
KEPANJEN–  Polres Malang menaikkan status kematian mahasiswa ITN, Fikri Dolasmantya Surya, dari penyelidikan menjadi penyidikan. Namun demikian, sejauh ini polisi masih belum menentukan siapa yang menjadi tersangka dalam perkara ini. Penetapan tersangka baru akan ditentukan setelah gelar perkara di Polda Jatim. “Untuk penetapan tersangka nanti setelah gelar perkara di Polda Jatim. Namun sampai sekarang masih menunggu pemeriksaan saksi-saksi. Setelah pemeriksaan saksi selesai, langsung kami bawa ke Polda. Nanti saya sendiri dan tim penyidik yang akan gelar perkara,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta kepada Malang Post kemarin.
Dia memamaprkan, bila pemeriksaan terhadap saksi-saksi saat ini masih terus berjalan. Setelah Kamis (26/12) lalu memeriksa Rektor ITN Malang, Soeparno Djiwo MT, Sekretaris Jurusan (Sekjur) Planologi, Arief Setiyawan dan Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Dr Ir Kustamar MT, kemarin penyidik Satreskrim Polres Malang memeriksa dua saksi lagi. Yaitu Wakil Rektor III, I Wayan Mundra serta Ketua Jurusan Planologi ITN, Ibnu Sasangko.
Keduanya ini seharusnya diperiksa pada Kamis lalu bersamaan dengan Rektor ITN. Namun mereka tidak datang memenuhi panggilan dengan alasan ada keperluan dinas. Baru kemarin mereka datang untuk dimintai keterangan. Mereka datang ke ruang penyidikan Satreskrim Polres Malang, secara terpisah. Ibnu Sasangko, datang lebih awal sekitar pukul 09.00 dan langsung diperiksa di Unit Idik III. Sedangkan I Wayan Mundra, datang setelah salah Jumat dan diperiksa di ruang Idik II.
Pertanyaan yang dilontarkan terhadap kedua saksi ini, sama dengan pertanyaan terhadap saksi-saksi sebelumnya. Yaitu terkait tugas serta tanggungjawabnya. Juga tentang proses Penerimaan Jurusan Mahasiswa Baru (PJMB). “Tujuan pemeriksaan saksi itu adalah untuk melengkapi kontruksi hukum yang kami bangun. Dari kontruksi hukum itulah, nantinya akan diketahui siapa yang menjadi tersangka dalam perkara ini,” ujar Adi. Mantan penyidik KPK ini melanjutkan, bahwa dalam perkara kematian Fikri Dolasmantya Surya ini, polisi mengarahkannya pada pasal 359 KUHP.
Yaitu karena kesalahan atau kelalaiannya mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Dengan diterapkannya pasal itu, maka siapa yang paling bertanggungjawab dengan kegiatan kemah bakti desa (KBD) di Pantai Goa Cina Desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan, itulah yang kemungkinan dibidik menjadi tersangka.  “Nanti setelah pemeriksaan saksi dari lingkungan pengajar (dosen) selesai, pemeriksaan selanjutnya kami akan meminta keterangan saksi ahli. Diantaranya adalah saksi ahli pidana, saksi ahli forensik, saksi ahli gizi serta ahli kopertis,” tegasnya. (agp/mar)