Empat Pengguna Narkoba Dilibas

Keempat budak narkotika yang berhasil diamankan petugas, bersama dengan barang buktinya.

MALANG– Menjelang akhir tahun, Satuan Reskoba Polres Malang terus mengibarkan bendera perang terhadap pelaku narkotika di wilayah Kabupaten Malang. Kamis lalu, empat budak narkotika jenis sabu-sabu (SS) dan pil koplo berhasil diamankan. Keempatnya dibekuk di tempat terpisah saat menikmati barang haram tersebut. Yoga Abdi Anggara Dayu, 19 tahun, warga Jalan Kauman, RT13 RW03, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung dan Edy Febrianto alias Babi, 21 tahun, warga Jalan Sultan Agung, Dusun Suko, Desa/Kecamatan Sumberpucung diringkus di Jalan Raya Jatikerto Kromengan. Barang bukti yang diamankan 54 butir pil koplo jenis LL.
Sedangkan dua tersangka lagi yaitu Sutrisno, 39 tahun, warga Dusun Krajan, RT01 RW01, Desa Gendio, Kecamatan Tutur, Pasuruan. Dan Muhammad Miftahul Rohman, 19 tahun, warga Dusun Ngawas, Desa Palangsari, Kecamatan Puspo, Pasuruan. Keduanya dibekuk saat pesta SS di rumah Tuwek, di Desa Kemantren, Jabung.
Barang bukti yang diamankan dari mereka dua poket sabu-sabu seberat 0,4 gram dan 0,6 gram serta seperangkat alat isap. Sementara Tuwek, pemilik rumah berhasil kabur ketika polisi datang menggerebek. “Untuk dua tersangka pil koplo tersebut, ditangkap saat petugas melakukan patroli di Jalan Raya Jatikerto Kromengan. Sedangkan dua tersangka SS, diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri Efiandani. Dalam pemeriksaan penyidik, tersangka Yoga mengaku mendapatkan pil koplo dari Edy Febrianto.
100 butir pil koplo dibeli dengan harga Rp 100.000. Dia mengaku sudah membeli empat kali sejak dua bulan lalu. “Pil koplo itu saya jual lagi kepada anak-anak kampung. Saya jual satu bungkus berisi delapan butir seharga Rp 10.000,” ujar Yoga. Sedangkan tersangka Edy, mengaku membeli dari seorang temannya asal Wlingi, Blitar. Dia membeli 2.000 butir pil koplo seharga Rp 700.000. Kemudian dikemas menjadi beberapa poket dan dijual Rp 100.000 berisi 100 butir.
Sementara itu, Sutrisno serta Mihtahul Rohman, mengaku mendapat SS dari seorang teman kenalannya. Sepoket SS seberat satu gram dibeli dengan harga Rp 1,5 juta. Mereka mengatakan sudah setahun ini, mengkonsumsi barang terlarang itu. “Untuk kedua pelaku pil koplo, kami jerat dengan pasal 196 sub 197 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. Sedangkan dua pelaku sabu-sabu kami jerat dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tegas Ni Nyoman. (agp/mar)