Sopir Ugal-Ugalan, 18 Nyawa Melayang

MALANG POST – Kecelakaan  maut  terjadi  saat mobil pick up yang ditumpangi 21 orang pelayat bertabrakan dengan truk gandeng di Jalan Raya Curah Tongas Probolinggo, kemarin sore pukul 16.00. Hingga berita ini diturunkan pukul 21.00, sedikitnya 18 orang tewas akibat insiden memilukan ini. Insiden yang menewaskan belasan orang ini diduga akibat sopir pick up yang ugal-ugalan. Sebelum kecelakaan terjadi, pick up Mitsubishi T 120 SS warna hitam ini melaju kencang dan sempat kejar-mengejar dengan mobil Daihatsu Xenia.
Naas, saat pick up hendak mengejar Xenia dengan menggunakan jalur berlawanan, muncul truk gandeng bermuatan tepung. “Pickup-nya sempat kejar-kejaran dengan Xenia," ujar Sofyan, saksi mata dari warga di lokasi kejadian.Brak! Tabrakan pun tak terhindarkan. Penumpang pickup terpental hingga 15 meter.  Ditambahkan,  mobil rombongan itu beradu depan dengan truk gandeng bermuatan tepung yang melaju dari arah barat. Seketika itu pula, penumpang di bak belakang melayang berjatuhan ke aspal.
Penumpang mobil pickup terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa. Sedangkan yang mengalami luka-luka total sebanyak 16 orang,terdiri 11 orang dewasa dan 5 anak-anak. Korban tewas  segera dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Tongas, Probolinggo. Kebanyakan yang tewas adalah para perempuan.Sedangkan dari truk gandeng, sopir dan kernetnya juga mengalami luka-luka. Hanya yang luka berat dialami sopir truk, karena kakinya terjepit bodi truk.
Sedangkan kernetnya mengalami luka lecet.Sebanyak 14 orang yang mengalami luka  masih  dirawat di RSUD Tongas dan 2 korban luka parah dibawa ke RSUD M Saleh, Kota Probolinggo. Banyaknya korban tewas tabrakan maut di Tongas, Probolinggo membuat kapasitas ruang jenazah RSUD Tongas penuh. Korban tewas pun sebagian diletakkan di luar ruang jenazah.
Apalagi  korban tewas tabrakan maut tersebut mencapai sedikitnya 18 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6 korban tewas terpaksa diletakkan di atas bed di luar ruang jenazah.
Keenam korban yang diletakkan di luar ruang jenazah, terdiri dari ibu dan anak balitanya berusia 2 Tahun, 1 laki-laki dan 3 perempuan lainnya, hanya ditutupi kain sarung.Suasana di ruang jenazah juga terlihat sibuk. Selain dari petugas medis RSUD Tongas, juga terlihat petugas kepolisian serta warga yang mencari kerabatnya menjadi korban tewas tabrakan maut di Tongas.
Bahkan, suara tangis pecah di ruang jenazah maupun di luar ruang jenazah. Kerabat mereka berada di sisi korban yang sudah terbujur kaku di atas bed. Termasuk kerabat yang berada di sisi korban tewas ibu dan anak balitanya. Sementara itu, luka-luka yang masih dirawat di RSUD Tongas sebanyak 9 orang. Sedangkan dua korban luka berat lainnya dirawat di RSUD M Saleh Kota Probolinggo. (jpnn/mar)

Beberapa korban tewas yang berhasil didata:
1.    Nurhayati (30) warga Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih
2.    Anila (2) anak Nurhayati
3.    Halima (28) Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih
4.    Indama (32) Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih
5.    Slamet (40) sopir pickup, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih
6.    Luluk mukkarromah (30) Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih
7.    Mbok Bahrom (60) Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih
8.    Erna (32) Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih
9.    Jumaati (32) warga Desa Mentor Kecamatan Sumberasih
10.    Leli (30) Warga Desa Mentor
11.    Sudarmi (40) Warga Desa Jangur
12.    Sindro (40) Warga Desa Mentor
13.    Indah (5) anak Sindro
14.    Kasila (42) Warga Desa Mentor,
15.    Hj Soleha (50) Warga Desa Mentor