Motor Senggol Truk, Anak dan Istri Tewas Terlindas Tronton

MALANG POST - Ibu dan anak, Gunati (33) dan Silvia Sela (4 tahun) tewas seketika dilindas truk tronton dengan kondisi badan kedua korban  remuk di jalan raya Nasional, tepatnya Dusun Gajah Desa Deket, Kecamatan Deket, Minggu (29/12/2013).
Dua korban itu, semula terjatuh  dari atas sepeda motor  saat sepeda motor Yamaha Mio  L 5730 BR yang dikemudikan, Budiyanto (35) itu stirnya menyenggol bak truk yang  berjalan beriringan dari arah timur.
Seperti diungkapkan dua orang saksi mata, Muhammad Zunan Harib (40) dan  Nurul Fitriati (40), semula ketiganya berboncengan sepeda motor berjalan dari arah timur.
Posisi ibu ada di bagian belakang sementara putrinya  bereda di tengan diapit oleh kedua orang tuannya.
Saat hendak memasuki jalan raya nasional Gajah, di depan korban adan truk tronton berwarna orange berjalan ke arah barat pada jalur ruas jalan bagian kiri. Entah bagaimana mulanya, tiba - tiba sepeda motor yang dikemudikan Budiyanto dengan membonceng istri dan anaknya itu berusaha mendahului truk tronton tersebut.
Ketika bersamaan sepeda motor korban berhasil mendahului dari kanan truk tronton, pada ruas jalan kedua ada truk nopol W 8560 UZ yang dikemudikan Stevanus Febrian Widarto (28) warga Balungbendo Sidoarjo.
Diduga  saat ketiga kendaraan berjalan beriringan, dimana sepeda motor korban di tengah antara  truk  dan tronton yang sama - sama berjalan ke barat, pengemudi sepeda motor, Budiyanto warga Bagelan Purworejo Jawa Tengan ini tak mampu menguasai stirnya hingga menyenggol  besi pengaman roda belakang truk yang dikemudikan Stevanus.
"Stir sepeda motor itu menyenggol spanten pengaman roda truk bagian belakang  hingga oleng dan kedua korban terjatuh dari atas sepeda motor,"ungkap saksi.
Begitu stirnya menyentuh besi pengaman, sepeda motor oleng hingga  kedua korban terjatuh ke kiri. Kecelakaan tidak terhindarkan hingga  Gunati (33) dan anaknya,  Silvia Sela (4 tahun) dilindas roda truk tronton warna orange yang tidak diketahui identitas  berjalan di jalur kiri. Saat istri dan anak korban terjatuh, Budiyanto juga sempat terjatuh namun tidak mengakibatkan luka parah.
Saksi korban, Budiyanto tidak mengetahui persis bagaimana anak dan istrinya dilindas roda truk tronton, tapi ia menyaksikan sendiri bagaiman kondisi keduanya sesaat setelah dilindas truk tronton. Hanya saja ia tidak sempat mengenali tronton warna orange tersebut.
Dua juga tidak sempat mengenali truk tronton yang terus melaju kencang setelah melindas anggota keluarganya. Kejadian ini sempat menjadi tontonan pengguna jalan yang melintas dan warga Gajah. Jasad kedua korban yang berada diantara dua ruas jalan bagian selatan juga sempat memacetkan arus lalu lintas.
Kedua korban tergeletak dengan darah segar mengalir ke sejumlah arah lantaran separuh badan dari dada sampai kaki kedua korban remuk. Korban masih bisa dikenali dari wajahnya yang hanya terluka ringan. Sementara dada, pantat dan kaki hancur. Sedangkan Budiyanto hanya mengalami luka ringan.
Kasat Lantas AKP Agus Setiawan dikonfirmasi, Minggu (29/12/2013) mengungkapkan, kesalahan bukan pada pengemudi dua truk. Tapi ini kesalahan murni pada pengemudi sepeda motor  yang saat mendahului truk jalannya oleng hingga stirnya menyenggol bagian pengaman truk kemudian zig - zag sampai dua anggota keluarganya terjatuh.
"Pokoknya ini bukan kecelakaan karena tabrak lari, tapi yang salah pak Budiyanto, pengemudi sepeda motor," ungkap Agus seraya menambahkan pihaknya masih akan mengembangkan penyelidikannya. (jpnn/sr/udi)