Polda Jatim Turun Tangan

MALANG – Polda Jawa Timur, ikut turun tangan menyelidiki musibah tewasnya empat pekerja CV Dinarta Kota Kediri, yang tewas di dalam palung pendingin Pabrik Gula (PG) Kebonagung Kecamatan Pakisaji, Sabtu (28/12) siang lalu. Rencananya hari ini, tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim akan datang ke lokasi, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hal itu seperti yang disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman, kepada Malang Post kemarin. Aldy mengatakan, dalam kasus empat pekerja yang tewas itu, Polres Malang sudah berkoordinasi dengan Polda Jatim dan direncanakan tim dari Polda akan datang hari ini.
‘’Hari Senin besok (hari ini, Red.) Tim Labfor Polda Jatim akan melakukan olah TKP, untuk mengecek gas yang ada di dalam palung. Apakah benar penyebab kematiannya gas tersebut atau karena lainnya,’’ ungkap Aldy Sulaeman.
Selain dari hasil labfor, penyebab kematian empat pekerja CV Dinarta tersebut, nantinya juga akan diketahui dari hasil otopsi di ruang forensik RSSA Malang.
‘’Keempat korban sudah kami mintakan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Karena apa penyebab pasti kematian keempat korban, masih belum diketahui jelas,’’ terang mantan Tenaga Pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini.
Untuk penyelidikan, Aldy mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa 5 dari 30 orang pekerja yang merupakan teman keempat korban di CV Dinarta. Kelimanya dimintai keterangan karena yang mengetahui persis kronologis kejadian yang menimpa keempat korban.
‘’Selain lima orang saksi tersebut, kami juga akan memeriksa beberapa saksi lagi. Termasuk pemilik CV Dinarta yang berasal dari Kota Kediri, juga akan kami panggil untuk dimintai keterangan,’’ katanya.
Selain Tim Labfor Polda Jatim, hari ini Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Malang, juga akan turun ke PG Kebonagung, untuk menyelidiki kasus tersebut.
‘’Besok pagi (hari ini, Red.) kami akan meeting di Kantor Disnakertrans untuk membahas kejadian yang terjadi di PG Kebonagung. Setelah meeting, akan ada tim yang akan turun langsung untuk mengecek,’’ terang Kepala Disnakertranas, Djaka Ritamtama.
Tim dari Disnakertrans ini, akan melihat standart pengamanan yang ada di PG Kebonagung. Apakah sudah sesuai atau memang ada kesalahan lainnya.
‘’Sepengetahuan saya, SOP pengamanan di pabrik gula itu sudah sangat bagus semuanya dan tidak ada permasalahan. Namun untuk kesalahan, itu yang masih kami cari. Karena kesalahan pada kecelakaan kerja ada dua hal. Pertama aksi (tindakan) yang tidak aman seperti pekerja yang bergurau. Dan kondisi yang tidak aman, yaitu kondisi lingkungan pabrik yang tidak aman dan nyaman. Kesalahan itu sendiri, baru akan diketahui setelah tim turun melakukan penyelidikan,’’ jelasnya.
Ditambahkan Djaka, tujuan Disnakertrans menurunkan tim untuk menyelidiki ini, bukan sekedar untuk mencari kesalahan. Tetapi mencari solusi serta memberikan masukan kepada perusahaan supaya kejadian yang menewaskan empat pekerja tidak sampai terulang lagi.
Sementara, Kepala Bagian Tata Usaha PG Kebonagung, Harianto mengatakan, pihaknya masih menutup proses pembersihan gula sisa seperti yang dianjurkan oleh pihak kepolisian.
Selain itu, dia juga telah berkoordinasi dengan pihak CV Dinarta terkait masalah ini. ‘’Besok (hari ini, Red) pihak CV Dinarta, akan datang ke PG Kebonagung melihat langsung lokasi kejadian yang menewaskan empat pekerjanya,’’ katanya.
Sekedar diketahui, musibah terjadi di Pabrik Gula (PG) Kebonagung Kecamatan Pakisaji, Sabtu siang. Empat pekerja CV Dinarta asal Kota Kediri tewas saat bertugas membersihkan gula sisan (sisa, red) hasil produksi.
Keempatnya meninggal dunia di dalam palung pendingin (tendon saringan gula setelah dimasak). Mereka meregang nyawa karena kehabisan oksigen setelah menghirup gas saat berada dalam palung. Keempat korban, Pujianto (30), Mujiono (28), Harianto (33) serta Armi Uspahadi (25), semuanya warga Desa/Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. (agp/avi)