Sakit Menahun, Tabrakan Diri ke KA Malabar

SUMBERPUCUNG - Diduga karena tidak kuat menahan sakit yang dideritanya selama bertahun-tahun, Paiman, 69 tahun, warga Dusun Keras, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, pagi kemarin nekat bunuh diri.
Pria yang sudah lama menduda dan hidup sendiri ini, mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri pada kereta api di perlintasan rel Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Sumberpucung. Korban yang semula tidak diketahui identitasnya ini, meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka di kepala serta kedua tangannya. Usai dievakuasi, jenazahnya saat itu langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang untuk dilakukan otopsi.
"Dari hasil keterangan saksi mata di TKP korban memang melakukan bunuh diri. Dan usai diotopsi, jenazahnya langsung dibawa pulang keluarganya. Beradasarkan keterangan keluarga, selama ini korban sakit komplikasi yang tidak kunjung sembuh," ungkap Kapolsek Sumberpucung, AKP Budi Harianto.
Informasi yang diperoleh, kejadian itu terjadi sekitar pukul 04.30. Sebelum kejadian korban terlihat keluar dari rumah dengan jalan kaki menuju ke perlintasan kereta api. Setiba di lokasi, korban sempat terlihat seperti orang bingung.
Begitu ada kereta api (KA) Malioboro Ekspres tujuan Jogjakarta - Malang yang dimasinisi Hadi warga Blitar, korban langsung buru-buru tidur telungkup di atas rel. Pamrih, warga sekitar yang mengetahui sempat meneriaki korban kalau ada kereta yang mau melewat. Tetapi korban sama sekali tidak menggubris dan tetap tidur terlentang hingga kereta menabraknya hingga menyeret tubuhnya beberapa meter.
"Saat itu saya sempat meneriaki berulang kali kalau ada kereta mau lewat, namun dia diam saja. Saya tidak tahu kalau orang itu mau bunuh diri. Saya baru sadar kalau dia bunuh saat langsung tidur di atas rel ketika kereta sudah dekat," tutur Pamrih, saksi mata pada petugas.
Karena takut, begitu melihat tubuh korban sudah tidak bernyawa, saksi lalu memberitahukan kejadian itu ke warga sekitar, yang kemudian melaporkannya ke petugas Polsek Sumberpucung.(agp/aim)