Lima Jam Olah TKP, Polisi Bagi Tiga Tim

Usut Penyebab Kematian 4 Petugas CV Dinarta
PAKISAJI – Musibah tewasnya empat pekerja CV Dinarta saat melakukan pembersihan gula sisa di PG Kebonagung Pakisaji, menjadi atensi serius pihak kepolisian. Kemarin Polda Jawa Timur menurunkan satu rombongan, sekitar 13 orang untuk menyelidiki perkara itu.
Rombongan Polda Jatim yang datang sekitar pukul 12.45 ini, dibagi menjadi tiga tim. Pertama adalah tim Laboratorium Forensik berjumlah empat orang yang dipimpin AKBP Joko Siswanto. Kedua tim penyidik Reskrim berjumlah sekitar enam orang yang dipimpin Kasubdit I Kamneg Direskrim Umum AKBP Ansori, dan tim Identifikasi sebanyak tiga orang dipimpin AKP Wasis.
Setelah melakukan koordinasi dengan tim Reskrim dari Polres Malang yang dipimpin Kasatreskrim AKP Muhammad Aldy Sulaeman, sekitar pukul 13.00 penyelidikan dimulai. Selama melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan di lokasi kejadian, wartawan dilarang masuk. Wartawan hanya diminta mengambil gambar dari pintu pagar yang dijaga petugas Satpam.
“Maaf mas perintah dari pihak kepolisian tidak diperbolehkan masuk. Jadi pengambilan gambar dari luar pagar saja,” ujar salah petugas security PG Kebonagung.
Penyelidikan sekaligus olah TKP kemarin, berjalan cukup lama hampir sekitar lima jam. Tim Labfor dan Direskrim Umum Polda Jatim mengambil beberapa sample barang bukti untuk bahan penyelidikan. Salah satunya adalah mengambil sample sisa cairan yang di dalam mixer (palung pendingin), dengan sample pembanding dari palung (mixer) lain.
“Sample tersebut untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya kandungan zat berbahaya yang terdapat di dalam palung atau TKP. Karena sejauh ini, apa penyebab kematian sebenarnya keempat korban masih belum diketahui. Sebab jika mengatakan karena keracunan, maka kami haris memiliki bukti formil. Dengan pengambilan sample di lokasi inilah, maka akan diketahui apa penyebab kematiannya benar karena gas atau zat berbahaya,” jelas AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Selain dari sample yang diambil di lokasi kejadian, lanjut mantan Tenaga Pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, untuk mengetahui penyebab kematian keempat korban juga akan dicocokkan dengan sample darah korban yang diambil untuk dilihat di Labfor Polda Jatim. “Sehingga setelah hasil Labfor turun bisa disimpulkan meninggalnya karena apa,” lanjutnya.
Dalam waktu dekat atau minggu-minggu ini Polres Malang akan memeriksa saksi-saksi dari pihak PG Kebonagung serta dari CV Dinarta. Dari pemeriksaan saksi-saksi tersebut baru akan dikontruksikan hukum untuk mengetahui siapa yang bersalah sekaligus menjadi tersangka dalam kasus ini.
“Kesalahannya siapa dan siapa tersangkanya, saat ini masih belum tahu. Untuk menetapkan tersangka, nanti setelah dilakukan gelar perkara kasus ini di Polda Jatim,” jelas Aldy.
Terpisah Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Kabupaten Malang, Djaka Ritamtama, dikonfirmasi bahwa kemarin pihaknya telah menurunkan enam orang untuk menyelidiki kasus itu. Enam orang itu dibagi menjadi dua tim, yaitu tim teknis dan tim lokasi kerja.
“Tim teknis ini mencari fakta dan bukti, seperti jika terjadi kebocoran gas mungkin karena apa. Sedangkan tim lokasi kerja, mencari informasi apa yang dikerjakan oleh empat korban saat kejadian. Namun hasil ini belum diketahui, karena besok (hari ini, red) akan kami rapatkan lagi masalah ini. Jika memang masih ada kekurangan, tim akan turun lagi besok,” papar Djaka.(agp/aim)