Pipa Palung PG. Kebonagung Diduga Bocor

Direktur CV Dinarta Diperiksa
MALANG – Polisi terus mengusut kasus tewasnya empat pekerja CV Dinarta, yang meninggal dunia saat pembersihan sisa gula di PG Kebonagung, Sabtu lalu. Setelah melakukan olah TKP bersama Tim Labfor Polda Jatim untuk menyelidiki ada tidaknya gas beracun, sore kemarin penyidik Reskrim Polres Malang memeriksa Direktur CV Dinarta, Wiwit.
“Sore ini (kemarin, red) sesuai koordinasi, memang kami akan memeriksa Direktur CV Dinarta. Yang bersangkutan sudah menyatakan kesiapan untuk datang ke Polres Malang, dan saat ini kami masih menunggunya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Menurut mantan Tenaga Pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, Wiwit diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi. Inti pertanyaan yang dilontarkan terkait dengan kejadian yang menewaskan empat pekerjanya, ketika sedang melakukan pembersihan gula sisa di PG Kebonagung.
“Kami ingin menanyakan yang bersangkutan di CV Dinarta itu sebagai apa?, kemudian tugas dan tanggungjawab pekerja di CV Dinarta seperti apa?. Termasuk standart operasional pengamanannya, system lelang dengan PG Kebonagung seperti apa, serta peralatan keselamatan kerja yang dipakai apa saja,” terang Aldy.
Setelah pemeriksaan terhadap Direktur CV Dinarta selesai, Polres Malang akan memanggil beberapa saksi lagi. Termasuk pimpinan dari PG Kebonagung Pakisaji. “Untuk saksi lain, kemungkinan kami masih menunggu hasil Labfor yang akan turun pada minggu ini. Setelah hasil Labfor turun, baru kami akan memeriksa saksi lainnya,” katanya.
Sementara itu, sumber Malang Post yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan bahwa dugaan penyebab kematian keempat korban itu karena ada kebocoran pipa yang mengandung cairan dan gas. Pipa yang bocor tersebut, persis di atas palung maut yang menewaskan keempat korban.
“Di atas palung yang menjadi lokasi keempat korban meninggal, ada semacam pipa yang bocor. Akibat bocor itu, ada cairan yang merembes dan masuk ke dalam palung. Kebocoran itu, juga mengeluarkan gas. Tetapi apakah gas itu beracun, masih belum tahu karena masih diuji di Labfor Polda Jatim,” terang sumber Malang Post.(agp/aim)